Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaPemerintahan

Soal Perubahan Pondasi Tiang Pancang, RSUD Leuwiliang Klaim Sudah Lapor ke Kejari

×

Soal Perubahan Pondasi Tiang Pancang, RSUD Leuwiliang Klaim Sudah Lapor ke Kejari

Sebarkan artikel ini

Leuwiliang, BogorUpdate.com
Pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor tahun 2020 senilai Rp63,9 miliar mulai dikerjakan.

Di awal Rencana Anggaran Belanja (RAB) nya bakal memakai pondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) lalu dalam perjalanan pengerjaan Proyek nya di ubah memakai pondasi tiang pancang.

Dalam wawancaranya dengan BogorUpdate.com, Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan dr Vitri menjelaskan perubahan pondasi KSLL ke tiang pancang sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak. “Kita sudah berkoordinasi dengan ULP, PUPR, Inspektorat, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor,” ungkapnya, Selasa (8/9/20).

Ketika dipertanyakan soal keterbukaan anggaran yang digunakan dengan perubahan RAB dari KSLL menjadi tiang pancang, apakah ada kelebihan atau kekurangan dari RAB awal, dr Vitri mengatakan akan melaporkan dulu ke Direktur Utama RSUD Leuwiliang.

“Saya berterima kasih kepada rekan-rekan yang sudah ikut mengawal dan kalau untuk tranparansi Anggaran dan segala macam, nanti saya izin dulu dengan ibu Hesty selaku Dirut nya dan nanti juga bisa di akses di Diskominfo terkait pelayanan publik,” jawabnya.

Vitri melanjutkan, kegiatan ini juga dikawal kejaksaan. “Beliau-beliau dari kejaksaan juga rutin sekali sebulan datang mengecek kelapangan. Kita di awasin mas, baik dari yudikatif,” tukasnya.

Untuk di ketahui, sebelumnya Direktur Utama (Dirut) RSUD Leuwiliang dr Hesti Iswandari mengungkapkan jika perubahan konstruksi pondasi gedung RSUD Leuwiliang sudah dikoordinasikan dengan berbagai pihak.

“Kita sudah berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan ahlinya yakni Prof Paulus dari Bandung. Analisa beliau, tidak disarankan pondasi pendek. Makanya kita ganti dengan pondasi tiang pancang,” kata dr Hesti

 

 

 

 

(Wd/bing)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *