Prasetyo, managemen Kopi Daong
Lifestyle, BogorUpdate.com
Pihak managemen Kopi Daong, Prasetyo menyampaikan maaf kepada semua pihak atas kejadian pada Sabtu (24/4/21) pihaknya secara tulus dan ikhlas kedepannya akan ada perbaikan.
“Mewakili managemen saya meminta maaf pada khalayak luas. Saat kejadian itu kebetulan saya sedang berada di Malang, menerima informasi dari karyawan dan langsung balik menuju lokasi,” ujar Pras sapaan akrabnya saat ditemui di Bogor, kemarin.
Menurutnya hubungan yang baik telah dijalankan sejak awal usaha ini dirintis pada ahun 2017 lalu. Tidak ada permasalahan dengan aturan pemerintah daerah maupun pemerintah desa. Kejadian kemarin miss Komunikasi.
“Informasi pada hari sabtu itu, memang banyak pengunjung yang non muslim yang datang awal yakni pukul 14.00 WIB dan berasal dari Jakarta. Pada pukul 16.00 WIB pun masih harus menunggu persiapan sebelum menikmati hidangan,” jelas Prass.
Lanjutnya, sebetulnya mereka terlihat penuh kekecewaan juga menunggu jam buka karena non muslim yang tidak berpuasa. Melihat situasi tersebut tim operasional mengijinkan masuk dan kondisi tersebut ternyata menjadi kurang baik dan terjadilah miss komunikasi atas kejadian kemarin itu.
Prass mengungkapkan, hubungan pemerintah desa maupun MUI Desa Pancawati Kecamatan Caringin dengan Kopi Daong sangatlah baik dan terbina, beberapa kali bersinergi dalam mengadakan berbagai kegiatan. Kalaupun ada hal yang tidak baik biasanya mereka komunikasikan secara baik melalui telepon.
“Terlalu jauh kalau mereka melakukan sweeping karena biasanya mereka komunikasikan dengan baik jika ada hal yang tidak berkenan melalui kades maupun sekdes, begitu juga MUI biasannya melalui ketua atau sekretaris MUI ada komunikasi sebelumnya. Serta jika penting dan mendasar biasanya memberikan teguran secara lisan, kalau pun diindahkan biasannya mereka memanggil secara pribadi,” tuturnya.
Diketahui, serapan berpengaruh pada ekonomi desa Pancawati sejak ada Kopi Daong. Dimana managemen Kopi Daong memang ingin turut membangkitkan ekonomi desa.
Konsep Kopi Daong adalah warung kopi atau kedai kopi dengan 150 pekerja lokal sehingga warung kopi ini bisa menghidupi karyawan dan keluarga karyawan, begitu juga dengan warga setempat yang terlibat dalam perparkiran sekitar 80 sampai 100 orang yang dipekerjakan secara bergilir oleh pengelola parkir dalam hal ini ke pemerintah desa melalui RW.
Disisi lain, pelaksanaan buka usaha di bulan Ramadhan ini bahkan tentu ini bisa dinilai tidak ekonomis dimana kunjungan menurun hingga 20 persen. Dari sisi keuangan secara operasional sudah minus dan tidak layak untuk dibuka karena pada akhirnya pemilik harus Bridging mengeluarkan dana menutupi minus bulan Ramadhan ini.
“Hal lainnya managemen ada beban THR yang mau tidak mau bebannya bertambah. Artinya pertimbangan manajemen tetap membuka adalah karena pertimbangan belas kasihan pada karyawan. Jika diberhentikan dan ada pemangkasan kan kasian meraka tidak ada pemasukan. Apalagi ini mau IdulFitri. Jadi Kami mengambil langkah tetap masuk dan mereka tetap bekerja dengan volume pekerjaan yang jauh berkurang supaya mereka ada harapan di Hari Raya,” ujar Prass.
Sebelumnya, viral sebuah video sidak Pemerintahan Desa Pancawati dan MUI Desa Pancawati ramainya aktivitas pengunjung Kopi Daong viral di media sosial (Medsos). Sebab, kafe kopi yang berlokasi di tengah hutan pinus Kabupaten Bogor itu ramai saat operasi tengah waktu berpuasa Ramadhan.
(Rie/Refer)







