Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsTekno

Ini Dia Tips Agar Terhindar dari Konflik di Ruang Digital

×

Ini Dia Tips Agar Terhindar dari Konflik di Ruang Digital

Sebarkan artikel ini

Adi Firmansyah, Peneliti IPB University

Teknologi, BogorUpdate.com
Peneliti IPB University, Adi Firmansyah, SP, MSi menjadi salah satu narasumber dalam webinar “Paham Batasan di Dunia Tanpa Batas: Kebebasan Berekspresi di Ruang Digital”. Webinar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari Program Nasional Literasi Digital Indonesia Makin Cakap Digital yang digelar Kementerian Kominfo RI dan Siber Kreasi.

Dalam kegiatan ini, peneliti pada Pusat Kajian Resolusi Konflik, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University ini mengingatkan agar masyarakat hati-hati berkomentar atau berekspresi di ruang digital.

“Jika kita salah berekspresi, maka berpotensi menimbulkan konflik,” ujar mahasiswa Program Doktor Komunikasi Pembangunan IPB University ini.

Selanjutnya, Adi memberikan panduan atau etika berekspresi di ruang digital agar terhidar dari konflik. Yakni, pahami dan sadari bahwa ruang digital merupakan ruang publik. Oleh karena itu masyarakat pengguna media digital perlu mentaati aturan-aturan sebagaimana berkomunikasi di ruang publik.

“Kedua, pahami bahwa apapun yang kita unggah atau kita tulis di ruang digital akan menjadi rekam jejak digital, yang tidak akan terhapus. Kendalikan waktu menggunakan media sosial. Lakukan seleksi/penyaringan, serta check and recheck pada setiap aktivitas penyebaran informasi. Gunakan bahasa yang sopan dan santun dan sebarkan hal atau konten yang positif,” imbuhnya.

Adi menambahkan bahwa, pengguna media sosial harus menghormati privasi orang lain. Gunakan juga rumus “THINK” untuk berkomunikasi pada ruang digital. THINK itu singkatan dari true, helpful, inspiring, necessary dan kind.

“Hal ini bermakna bahwa saat kita hendak mengatakan sesuatu di ruang digital atau media sosial, pastikan bahwa apa yang kita sampaikan itu benar, membantu, menginspirasi dan dibutuhkan oleh orang lain. Apabila satu saja dari empat hal tersebut tidak ada, diam adalah pilihan. Selanjutnya, kita perlu meluruskan niat bahwa apa yang kita sampaikan didasari oleh kebaikan atau kejernihan hati serta niat yang tulus atau kind,” tuturnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber lainnya. Yakni Dr Gushevinalti (Dosen Ilmu Komunikasi dan Penggiat Literasi Digital), Iwan Kurniawan (Journalist, writer, editor TEMPO), Dr (Cand) Natalia Fitriani (Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kota Padang, Popi Anggraini sebagai Key Opinion Leader/KOL yang juga Owner @gaiabiai, Konten Kreator Youtube Bilik Biai.

 

 

 

 

 

 

(ipb/bu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *