Jakarta, BogorUpdate.com
Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) perbendaharaan bidang Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) gelar Fellowship Journalist & Training 2021 Batch. Kali ini, BogorUpdate.com memperoleh kehormatan dengan menjadi media satu-satunya di Bogor Raya yang mendapat undangan dalam giat tersebut.
Dengan surat nomor UND-541/DPKS.5/2021 perihal undangan peserta kepada para pimpinan redaksi itu, dirjen perbendaharaan melakukan kegiatan ini dimaksudkan dalam rangka penguatan kemitraan dengan insan pers demi penyebarluasan informasi objektif tentang sektor perkebunan dan industri kelapa sawit.
Menurut Narahubung pada BPDPKS, Rina mengatakan, badan pengelola dana perkebunan kelapa sawit yang dibawah kewenangan Kemenkeu RI ini dengan menyelenggarakan kegiatan BPDPKS Journalist Fellowship & Training 2021 Batch bertujuan untuk penguatan kemitraan dengan insan pers demi penyebarluasan informasi objektif tentang sektor perkebunan dan industri kelapa sawit.
“Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengundang perwakilan 1 (satu) orang jurnalis dari media yang totalnya ada 21 media mainstream untuk mengikuti kegiatan tersebut mulai dari Senin hingga Kamis atau tanggal 23 sampai 26 Agustus 2021 dengan tempat Bogor (Hybird Meeting secara daring dan luring,” kata Rina dalam keterangan, Senin (23/8/21).
Ia melanjutkan, sebagai awal kegiatan pada Senin (23/8/21) ini, dimulai dengan agenda kunjungan ke manajemen PT. Perkebunan Nusantara VIII yang terletak di Sukamaju, Sukabumi, Jawa Barat.

Namun, dari total 21 perwakilan jurnalis dari masing-masing media yang mengikuti giat Press Tour dan Fellowship & Training, hanya ada 10 jurnalis yang mengikuti kunjungan tersebut.
“Pasalnya titik kumpul di Nitro Coffee Menteng harus berada dilokasi pukul 06.30 WIB pagi. Karena sebelum berangkat untuk teman-teman jurnalis harus dilakukan dulu pengecekan suhu badan dan swab antigen. Tapi kami juga memahami kondisi rekan-rekan yang mungkin jaraknya terlalu jauh, makanya tidak jadi soal bila ada 11 media yang tak mengikuti agenda press tour tersebut,” tuturnya.
Menurutnya, di rangkaian press tour kali ini, rekan-rekan jurnalis yang ikut serta dalam giat tersebut dikenalkan dengan manajemen PTPN VIII Sukamaju, Sukabumi. Untuk melihat-lihat terkait perkebunan kelapa sawit milik negara ini.
“Kita kenalkan perkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh PTPN VIII ini, mulai dari penanaman hingga proses produksi hingga menjadi minyak sawit yang digunakan untuk kebutuhan memasak bagi masyarakat Indonesia khususnya,” jelasnya.
Sementara itu, manajer kebun Sukamaju PTPN VIII, Dirhamsyah Riza Sudrajat menambahkan, untuk kebun dan pabrik komoditi kelapa sawit dan karet yang dikelola oleh PTPN VIII Sukamaju, Sukabumi, Jawa Barat ini memiliki visi dan misi. Dimana, visi menjadi perusahaan agribisnis terkemuka dan terpercaya mengutamakan kepuasan pelanggan dan kepedulian lingkungan dengan didukung oleh SDM yang profesional.
Sementara untuk misinya sendiri, lanjut Dirhamsyah, ada 5 misi yang telah menjadi pokok utama bagi pihaknya itu. Diantaranya, menghasilkan produk bermutu dan ramah lingkungan yang dibutuhkan oleh pasar dan mempunyai nilai tambah tinggi, mengelola perusahaan dengan menerapkan Good Govermance dan Strong Leadership, memosisikan Sber Daya Manusia sebagai mitra utama, serta mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk dapat meraih peluang-peluang pengembangan bisnis secara mandiri mapan bersama-sama mitra strategis.
“Adapun, kami tetap mengedepankan Corporate Sosial Responsibility (CSR)Â seiring dengan kemajuan perusahaan,” terangnya.
Lebih jauh, Dirhamsyah memaparkan, untuk tanaman kelapa sawit sawit sendiri sejarahanya mulai ditanam tahun 1981 silam, dimana tanaman kelapa sawit dianggap tidak cocok di tanam di tanah Jawa ini.
Akan tetapi, mulai tahun 2002 mulai dilakukan perbaikan kultur teknis, hingga menjadi komoditas penopang kelangsungan hidup perusahaan, serta sasaran arealnya mencakup hingga 20.000 ribu hektare.
“Sementara untuk pabriknya sendiri, pada sejarah awalnya itu dibangun oleh PKS I Kertajaya kapasitas 30 ton TBS/Jam di tahun 1985 di era pemerintahan Presiden kedua Soeharto. Dan di tahun 2009 lalu, PKS I menjadi 60 ton TBS/jam, hingga di tahun 2013 PKS II beroperasi dengan kapasitas 30 ton TBS/jam,” ucapnya.
Lebih lanjut Dirhamsyah juga menerangkan, untuk pabrik kelapa sawit Kertajaya yang merupakan pabrik kelapa sawit (PKS) itu memiliki luas 12,37 hektare dengan kapasitas olah awal terpasang 30 ton TBS/jam dan mulai beroperasi pada bulan April tahun 1985 yang merupakan salah satu pabrik kelapa sawit milik PT. Perkebunan Nusantara VIII pada era itu.
Kerjatajaya, Bojongdatar, Cisalak Baru, dan produksi TBS nya sendiri, sambungnya, yang dihasilkan petani peserta PIRBUN maupun petani lainnya. Untuk menunjang peningkatan produksi TBS yang dihasilkan dari kebun seinduk dan plasma. Pada bulan juli 2008 lalu, kapasitas olah terpasang ditingkatkan menjad 60 ton TBS/jam.
“Jadi, produk utama pabrik kelapa sawit Kertajaya berupa CPO dan kernel sementara produk sampingan berupa tandan kosong untuk komposting, Fibre dan Shell bagi bahan bakar serta limbah cair untuk biogas (masih dalam kajian),” jelasnya.
“Dan Alhamdulillah juga, untuk PTPN VIII sendiri sudah memiliki sertifikat ISPO dan memperoleh penghargaan program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup dari Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan periode 2018-2019. Serta telah berserfikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI),” pungkasnya.
(Rul/Sep)






