Foto ilustrasi (Klikdokter)
Kesehatan, BogorUpdate.com
Bagaimana dampak yang dialami anak ketika melihat orang tua berhubungan seks? Bagaimana cara Meresponsnya? Mari kita kupas dibawah ini.
Sebenarnya tak hanya perasaan canggung yang muncul jika anak telanjur melihat orang tuanya berhubungan seks. Tentunya punya dampak tersendiri juga kepada anak yang melihat.
Tentu tak ada orang tua yang menginginkan hal tersebut terjadi. Namun tanpa disengaja, anak bisa saja melihat Anda berhubungan dengan pasangan. Apakah dampaknya dan bagaimana cara menanggapinya?
Dampak Anak yang Melihat Orang Tua Berhubungan Seks
Pertama-tama, Anda perlu mengetahui respons yang diberikan anak mungkin akan berbeda-beda setelah melihat orang tuanya berhubungan seksual di depan matanya. Respons tersebut bergantung pada usia dan tingkat pemahaman anak.
Anak yang masih bayi mungkin belum mengerti. Sementara anak usia 2-3 tahun, ia bisa berpikir bahwa ayahnya sedang ‘menyakiti’ ibunya.
Pada anak yang lebih besar sekitar usia lima tahun, ia akan merasa lebih penasaran dan berusaha mencari tahu apa yang sedang terjadi.
Sementara, anak usia sekolah seperti usia delapan tahun ke atas, mungkin akan berpikir apa yang dilakukan orang tuanya itu aneh. Pada anak usia pra-remaja, mereka akan melihat hal tersebut sebagai hal yang menjijikan.
Terlepas dari respons tersebut, hingga sejauh ini, belum ada studi yang memperlihatkan adanya efek seperti gangguan mental yang terjadi bila Anda kepergok berhubungan seksual di depan anak.
Namun, tentu bukan berarti tidak ada sesuatu yang dapat dilakukan saat hal tersebut terjadi.
Lakukan Ini Jika Terlihat Berhubungan di Depan Anak
Bila anak memergoki Anda berhubungan seksual, lakukan beberapa hal berikut:
1. Tetap Tenang
Rasa panik adalah respons yang wajar. Namun, sikap terbaik untuk menghadapi anak yang tak sengaja melihat orang tuanya berhubungan intim adalah tetap tenang. Hindari juga memarahi anak.
2. Awali dengan Minta Maaf
Saat Anda menenangkan diri dan situasi sudah kondusif, mulailah percakapan dengan anak. Anda dapat mulai dengan minta maaf bila apa yang anak lihat mengusik atau membuatnya tidak nyaman.
Kemudian, tanyakan pada anak apa yang dirasakannya atau apa yang diketahui tentang hubungan seks (jika anak sudah lebih besar). Hal ini akan menjadi awal percakapan.
3. Jelaskan pada Anak
Ketika anak melihat orang tua berhubungan, sedapat mungkin berikan penjelasan padanya. Jelaskan sesuai dengan usia dan tahapan perkembangan anak.
Pada anak usia toddler, Anda dapat menjelaskan bahwa Anda sedang memiliki waktu pribadi bersama pasangan dan bukan menyakiti satu sama lain. Setelah itu, diamkan saja, kecuali anak memiliki pertanyaan lebih lanjut.
Untuk anak usia lebih tua (sekitar usia SD), biasanya ia sudah mengerti dan memiliki rasa ingin tahu akan seks. Namun, anak juga sering kali ingin mengganti topik tentang seks.
Cara merespons untuk usia ini adalah tergantung dari masing-masing anak. Jika anak ingin tahu, maka Anda boleh jelaskan. Namun saat anak tidak mau membahasnya, jelaskan saja di lain waktu.
Pada anak-anak usia remaja yang melihat orang tuanya berhubungan, mereka tentunya lebih mengerti akan hal ini. Berikan pemahaman bahwa hubungan seks hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang sudah resmi menikah. Hal ini dapat mencegah anak meniru dan mencoba melakukan hubungan seks.
4. Berikan Edukasi Seks pada Anak
Tak bisa dimungkiri, edukasi seks pada anak sejak dini sangat penting ketika dihadapkan dengan situasi ini.
Edukasi seks juga perlu dilakukan agar anak memiliki sikap dan pandangan yang sehat terhadap hal seksual dan organ reproduksi.
Banyak sekali informasi keliru tentang seks yang beredar di sekitar anak. Bila tidak diwaspadai, informasi tersebut bisa merusak persepsi anak tentang seks. Jadi, penting sekali bagi Anda dan pasangan untuk mengedukasi seputar seks sejak dini.
Sebenarnya, tidak ada kata terlalu cepat untuk memulai edukasi seks pada anak, asalkan sesuai dengan umurnya.
Untuk usia bayi dan batita, Anda bisa mulai mengenalkan nama organ reproduksi. Ajarkan perbedaan bagian genital laki-laki dan perempuan, yaitu penis dan vagina.
Jangan ajarkan dengan memakai kata sebutan atau ‘istilah’ lain dari organ intim pria dan wanita. Hal ini bisa membuat anak makin bingung.
Untuk anak balita hingga usia sekolah dasar, beri tahu bagian tubuh mana yang boleh disentuh orang lain dan mana yang tidak. Ingatkan bahwa bagian genital itu penting dan bersifat sangat pribadi sehingga tidak boleh disentuh orang lain.
Ketika bagian tubuh yang pribadi disentuh atau diraba oleh orang lain, ajarkan anak untuk berani melaporkan kepada orang tuanya atau guru di sekolah.
Itulah beberapa hal yang dapat Anda lakukan saat anak melihat orang tuanya berhubungan intim tanpa sengaja. Jangan panik dan takut, tetaplah tenang, dan berikan penjelasan yang sederhana, tetapi tepat pada anak.







