Mulyadi, Fadli Zon dan Adian Napitupulu saat menghadiri diskusi publik yang digelar oleh Jaringan Jurnalis Bogor (JJB) pada Rabu (24/1/24), di Loby Gedung DPRD Kabupaten Bogor. Foto (Ist)
Cibinong, BogorUpdate.com – Pemekaran Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Bogor Barat didukung penuh oleh tiga anggota DPR-RI dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor, yakni Fadli Zon, Adian Napitupulu dan Mulyadi.
Dukungan ketiga wakil rakyat itu diperkuat dengan menandatangani surat untuk menyetujui dan siap mengawal sampai Bogor Barat bisa mekar.
“Kami bertiga menyetujui dan mengawal pemekaran CDOB Bogor Barat. Semoga enam DPR-RI lainnya dari Dapil Kabupaten Bogor juga turut menyetujui da harus di percepat,” kata Fadli Zon kepada Wartawan, Sabtu (27/1/24).
Politisi Partai Gerindra itu juga mendesak agar Presiden Joko Widodo segera mencabut moratorium untuk DOB.
“Saya akan meminta dan mendesak dibuka morotariumnya oleh Presiden Joko Widodo baik itu secara menyeluruh maupun parsial,” tegasnya.
Fadli Zon pun menuturkan bahwa pihaknya wajib memperjuangkan aspirasi masyarakat, apalagi ini pemekaran CDOB Bogor Barat.
“Waktu saya menjadi Ketua DPR-RI tepatnya pada Tahun 2014, saya sudah bersurat ke Presiden Jokowi untuk membuka morotarium khususnya untuk Jawa Barat, dimana seharusnya kita memiliki 42 kabupaten maupun kota, dan saat ini kita baru 27 kabupaten maupun kota. Sehingga kita yang jumlah masyarakatnya lebih banyak dibanding Jawa Tengah dan Jawa Timur rugi dalam sloting anggaran pemerintah atau APBN,” tutur Fadli Zon.
Sementara itu, Dewan Penasehat Komite Percepatan Pemekaran Kabupaten Bogor Barat (KPPKBB) Buchory Muslim berterima kasih atas dukungan Anggota DPR-RI dari Dapil Kabupaten Bogor untuk mendesak Presiden Joko Widodo membuka morotarium parsial CDOB Bogor Barat.
“Di akhir kepemimpinan Presiden Joko Widodo kami mendesak beliau membuka morotarium parsial CDOB Bogor Barat, apalagi Bogor Barat sudah masuk dalam Amanat Presiden (Ampres),” ujar Buchory Muslim.
Buchory Muslim menegaskan bahwa kebutuhan pemekaran Bogor Barat bersifat mendesak, karena Kabupaten Bogor sebaga daerah induk, wilayahnya terlalu luas dan jumlah penduduknya juga terbanyak seIndonesia.
Bahkan jumlah penduduk Kabupaten Bogor lebih banyak dari Provinsi Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan lainnya.
“Tingkat kejahatan di Kabupaten Bogor terbilang sangat tinggi, lalu berbagai pelayanan ke Ibu Kota Kabupaten Bogor yaitu Kecamatan Cibinong sangat lambat bagi kami warga Bogor Barat. Pemekaran wilayah adalah kunci kesejahteraan masyarakat Bogor Barat,” tegas Buchory Muslim.







