Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

39 Tahun Tak Pernah Putus, Keluarga MK Al Mukarramah Santuni 300 Anak Yatim di Bogor

×

39 Tahun Tak Pernah Putus, Keluarga MK Al Mukarramah Santuni 300 Anak Yatim di Bogor

Sebarkan artikel ini

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Sebanyak 300 anak yatim menerima santunan dalam kegiatan bakti sosial yang diselenggarakan keluarga Guru Besar MK Al Mukarramah bersama organisasi dan para relawan di Jl. Danau Bogor Raya RT 02/RW 13, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan yang telah berlangsung secara konsisten sejak 1986 itu mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Bogor, Jaenal Mutaqin, yang hadir langsung di lokasi.

Putra kedua Guru Besar MK Al Mukarramah, Kevin Alvendo Putra, mengatakan santunan anak yatim merupakan agenda tahunan yang tidak pernah terputus selama 39 tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut terus berkembang dan kini menjangkau berbagai daerah di luar Kota Bogor.

“Ini sebetulnya agenda rutin kami. Dari mulai tahun 1986 tidak pernah putus sampai hari ini, alhamdulillah. Santunan anak yatim juga terus berkembang, tidak hanya di sini tetapi juga di daerah-daerah lain,” ujar Kevin kepada Bogorupdate.

Ia menjelaskan, pada kegiatan kali ini sebanyak 300 anak yatim menerima santunan. Sebelumnya, kegiatan serupa yang digelar di wilayah Kabupaten Bogor telah menjangkau sekitar 500 anak yatim. Sepanjang bulan Muharam, pihaknya juga telah menyiapkan delapan rangkaian kegiatan sosial yang akan dilaksanakan secara bergilir di berbagai lokasi.

“Kami memang selalu diingatkan oleh orang tua kami agar jangan pernah melupakan anak yatim. Itu yang terus kami lestarikan, baik oleh keluarga maupun organisasi,” katanya.

Selain santunan berupa uang, panitia membagikan bingkisan berisi makanan dan suvenir. Anak-anak juga dihibur dengan pertunjukan sulap, penampilan Bobby Bollywood, tari-tarian, serta pembagian doorprize agar mereka merasakan suasana penuh keceriaan.

“Kami ingin anak-anak yatim merasa bahagia. Makanya ada hiburan seperti sulap, Bobby Bollywood, tari, makanan, doorprize, sehingga mereka tidak hanya menerima santunan, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang menyenangkan,” ungkap Kevin.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jaenal Mutaqin, menyampaikan apresiasi kepada keluarga Guru Besar MK Al Mukarramah beserta para donatur yang selama hampir empat dekade terus menunjukkan kepedulian terhadap anak-anak yatim.

“Ini menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kota Bogor. Ada masyarakat, komunitas, perkumpulan hingga individu seperti Umi MK yang terus peduli terhadap anak yatim. Mereka membutuhkan kasih sayang dari semua pihak,” ujar Jaenal.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak mengikuti jejak para dermawan untuk berbagi kepada sesama.

“Semoga semakin banyak dermawan seperti Umi MK. Perintah untuk memuliakan anak yatim sudah jelas dalam Al-Qur’an dan hadis. Membahagiakan anak yatim akan menjadi keberkahan dan ladang ibadah bagi kita semua,” katanya.

Menjawab pertanyaan mengenai ajakan Pemerintah Kota Bogor untuk memperluas kegiatan berbagi, Jaenal menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing.

“Anak-anak yatim membutuhkan kasih sayang dari kita yang diberikan rezeki lebih. Allah SWT telah menjanjikan kebahagiaan dan keberkahan bagi mereka yang gemar berbagi,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kevin menegaskan organisasinya siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Bogor, khususnya dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, organisasi tersebut telah memiliki berbagai program pendampingan, mulai dari penyediaan orang tua asuh hingga pembiayaan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu sampai ke jenjang perguruan tinggi.

“Kalau memang ke depan Pemkot ingin melibatkan kami, kami 100 persen siap ikut berperan. Kami juga memiliki banyak orang tua asuh dan membantu anak-anak hingga menyelesaikan pendidikan,” jelas Kevin.

Mengakhiri kegiatan, Kevin berpesan kepada generasi muda agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, akhlak, dan etika sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

“Harapan saya generasi ke depan menjadi generasi yang adaptif menghadapi perubahan dunia. Tetapi yang paling penting adalah memiliki etika yang baik. Adab itu selalu nomor satu, baru kemudian kita berbicara tentang skill,” pungkasnya. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *