Kemang, BogorUpdate.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar sekaligus anggota Komisi IV Bidang Pembangunan dan Badan Anggaran, Samsul Hidayat, mengunjungi warga Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Kemang, Senin (9/2/26).
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka pengawasan penyelenggaraan pemerintahan Tahun Anggaran 2026, sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan penyerapan aspirasi masyarakat.
Samsul Hidayat mengatakan, kegiatan pengawasan tersebut difokuskan untuk melihat sejauh mana program pembangunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah berjalan di wilayah Kecamatan Kemang, serta menginventarisasi kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi.
“Hari ini kita melakukan pengawasan pelaksanaan pembangunan di wilayah. Kita ingin menyerap apa saja yang masih kurang dari provinsi, baik yang sudah dilaksanakan maupun yang belum. Selain itu, kita tampung aspirasi masyarakat di Kecamatan Kemang yang saat ini dirasa paling mendesak untuk dibawa menjadi ‘oleh-oleh’ ke Provinsi Jawa Barat,” ujarnya kepada wartawan.
Terkait pelayanan kesehatan, Samsul menjelaskan bahwa pembangunan Puskesmas Rawat Inap menjadi solusi atas keterbatasan jumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Bogor, mengingat luas wilayah dan jumlah penduduk yang cukup besar.
“Kalau membangun RSUD tentu membutuhkan waktu yang lama. Maka jawabannya adalah menghadirkan Puskesmas Rawat Inap agar pelayanan kesehatan bisa menjangkau masyarakat di wilayah yang lebih kecil. Sehingga warga yang membutuhkan penanganan darurat tidak harus langsung ke RSUD dan mengantre, cukup datang ke Puskesmas Rawat Inap,” jelasnya.
Sementara itu, terkait persoalan situ atau danau, Samsul menegaskan bahwa solusi yang dibutuhkan adalah normalisasi. Namun, hal tersebut harus disesuaikan dengan kondisi anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang saat ini mengalami defisit.
“Normalisasi memang jawabannya, tapi ini berkaitan dengan anggaran. Karena anggaran Pemprov saat ini defisit, maka harus ditentukan situ mana yang benar-benar krusial dan memiliki dampak langsung terhadap banjir di masyarakat,” pungkasnya. (Dyn)













