Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Antusias Warga Ikuti Vaksin Covid-19 Hingga Terjadi Kerumunan

Kota Bogor, BogorUpdate.com
Pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 di Puri Begawan yang digelar Pemkot Bogor, Selasa (27/7/21) siang terjadi kerumunan. Para peserta nampak berdesakan mulai dari lobi atau pintu masuk gedung sejak pukul 13:00 WIB.

Dalam antrian, mereka berdesakan menunggu giliran dipanggil petugas sesuai nomor urut. Setelah dipanggil satu persatu masuk dan mengantre menunggu giliran di suntik dosis vaksin Covid-19.

Salah seorang peserta vaksinasi Meida mengatakan, kepadatan di depan pintu masuk sebenarnya sudah terjadi sejak pukul 12:00 WIB, setelah antrean sempat ditutup petugas.

Namun kata dia, saat petugas kembali membuka antrean, ditambah sistem yang digunakan panitia menggunakan nomor antrean, akhirnya terjadi kerumunan.

“Seharusnya saya tempatnya bukan disini (vaksinasi), tapi harusnya di Ekalokasari, berhubung ada PPKM level 4 jadi mal ditutup, jadinya dialihkan kesini,” katanya.

Menurut dia, kalau di Ekalokasari itu lebih teratur karena sudah di data terkait jam vaksinasinya, kalau di sini malah pake sistem ambil nomor antrean jadi sempet rebutan juga ngambil nomor antrean.

Ditempat yang sama Azkia mengatakan, tutupnya Mal Ekalokasari dampak PPKM level 4, membuat jadwal vaksinasi dialihkan ke Puri Begawan, Braja Mustika atau mal Boxies. Terlebih vaksinasi di Puri Begawan di buka kembali untuk umum.

“Ya, aya kesini. Semua persyaratan juga sudah saya lengkapi. Tetapi karena sarana dan prasarana disini masih kurang, akhirnya terjadi kerumunan antar peserta untuk mendapatkan vaksin,” ucap dia.

Menurutnya kerumunan terjadi karena ada mis komunikasi, tentang teknis A
Antara satpam yang di depan sama yang di dalam. “Iya, jadi sempat ada miss komunikasi gitu,” sambungnya.

Untuk menghindari terjadinya kluster covid-19, meminta pemerintah agar menambah lagi lokasi vaksinasi massal Covid-19 bagi masyarakat. “Karena kan warga saat ini antusiasnya sangat tinggi, jadi harus di imbangi dengan tempat yang banyak juga,” harapnya.

Peserta Lainnya Monalisa mengaku, kerumunan vaksinasi massal di Puri Begawan juga sempat terjadi pada pagi harinya. Bahkan antrean mengular hingga parkiran basemen gedung yang berlokasi di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur tersebut.

“Iya ngantre sampai bawah, lama, pegel. Capek sih cuma ya harus dijalanin karena kan kita butuh vaksin, apalagi demi kesehatan bersama ya, jadi gpp harus dilakuin,” katanya.

“Karena kalau gak kaya gitu kita gak akan dapat-dapat vaksin, karena buat daftarnya juga susah sih, kuotanya susah banget,” sambungnya.

Menurutnya, cara yang digunakan panitia menyebabkan antrean panjang hingga menimbulkan kerumunan. “Alangkah baiknya lagi cari cara yag lebih bisa membuat antreannya tidak sebanyak tadi sih,” sarannya.

Dikonfirmasi perihal itu, Kabid SDK Dinkes Kota Bogor, Farida mengaku kaget. Karena, sebenarnya pihaknya sudah membuat mekanisme antrean berdasarkan by name dan by jam, di mana setiap jamnya diperuntukkan untuk sekitar 400 orang peserta.

Ia menduga antrean yang panjang ini terjadi lantaran para peserta vaksin tidak melihat jam sehingga menyebabkan antrean menumpuk. “Biasanya pengalaman kami disini jam-jam 11 itu jam sepi, kami kaget makanya kok sampai penuh seperti kaya ini,” herannya.

“Tapi positifnya animo masyarakat alhamdulillah untuk vaksin ini luar biasa, saya juga mengucapkan terima kasih kesadaran masyarakat Kota Bogor sudah bagus untuk vaksin ini,” ucap dia.

“Padahal hari ini kita melaksanakan vaksinasi ini di beberapa tempat yaitu mal boxies, Puri Begawan, Braja Mustika dan Botani, total 2.900 (peserta vaksinasi) ada dari Koni dan masyarakat umum,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

(As/Bing)

Exit mobile version