Bogor RayaHomeNewsPendidikan

Aplikator Baja Ringan Ini Bakal Tempuh Jalur Hukum, Karena Merasa di Fitnah oleh Staf Disdik Kabupaten Bogor

Gunung Putri, BogorUpdate.com
Salah satu aplikator baja ringan yang biasa digunakan oleh kontraktor di Kabupaten Bogor, untuk pembangunan Gedung Sekolah SDN serta SMPN, mengeluh.

Keluhan tersebut terkait adanya intimidasi dan pembunuhan karakter yang dilakukan oleh salah satu staf di Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.

Menurut A inisial, salah satu Aplikator itu mengatakan, Staf disdik bagian SMP yang berinisial R itu melakukan intervensi konsultan pengawas dan kontraktor untuk memuluskan salah satu aplikator binaanya. Bahkan R sampai mengumumkan di form rapat konsultan setiap hari rabu dengan fitnah kejinya memojokkan salah satu aplikator di hadapan konsultan pengawas.

“Jadi setiap ada rapat Konsultan selalu ucapkan jangan sampai pakai aplikator ini (Milik saya, red) ya bahaya begitu cetusnya. Ini aplikator ga jelas dan garansi toko jangan di pakai aplikator ini kata R, sikap yang di tunjukkan R itu saya rasa sudah sangat keterlaluan dan melanggar. Tidak sepantasnya R berbicara secara fitnah begitu,” geram A kepada wartawan, Minggu (13/12/12).

Menurut A, sebagai staf Bidang SMP berinisial R itu selain mengintimidasi semua pekerja baja ringan pun sudah menunjuk salah satu aplikator atau bekerjasama dengan salah satu aplikator.

“Lalu untuk aplikator lain di intimidasi dengan cara menyebarluaskan fitnah terhadap konsultan pengawas dan kontraktor serta aplikator baja ringan di Kabupaten Bogor selain CV yang sudah ditunjuk,” paparnya.

Bahkan, fitnah tersebut disebarluaskan kepada konsultan pengawas dengan menyampaikan tidak diperbolehkan memakai aplikator yang dimiliki oleh A yang juga sebagai Direktur.

“Tuduhan tersebut sudah merupakan pembunuhan karakter yang menimbulkan kontraktor lain ragu dengan barang yang kami pasarkan. Padahal hal itu tidak mendasar, lantaran seluruh baja ringan yang dipasarkan sudah sesuai dengan standar dan spesifikasi untuk pembangunan gedung sekolah baik SDN maupun SMP,” jelasnya.

Atas tuduhan fitnah tersebut, dirinya mengalami kerugian lantaran tidak ada kontraktor yang mau memakai baja ringan miliknya. “Dengan adanya hal seperti ini kami akan menempuh jalur hukum karena sudah mencemarkan nama baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rameni mengatakan setiap kontraktor berhak memilih aplikator sesuai dengan keinginan para kontraktor. Sedangkan, untuk di Kabupaten Bogor sendiri ada beberapa aplikator penyedia Baja ringan yang sudah terdaftar.

“Kalau untuk aplikator itu terserah si Kontraktor mau pilih yang mana, kita gak tunjuk harus pakai aplikator ini dan itu,” kilahnya.

Sementara itu, terkait adanya tuduhan staf di Bidang Sarpras yang memang menunjuk salahsatu aplikator dirinya meminta agar ditunjukan siapa yang menyebutkan hal itu.

“Kalau ada Staf saya yang seperti itu, ya bawa aja kesini,” singkatnya.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, staf Sarpras berinisial R itu tidak menjawab pertanyaan dari wartawan terkait adanya dugaan intimidasi, Fitnah dan penunjukan salah satu aplikator baja ringan untuk pengerjaan proyek Gedung SD dan SMP.

Exit mobile version