Cibinong, BogorUpdate.com – Perjuangan ekstra mencari rezeki untuk menafkahi keluarga kecilnya datang dari seorang penjual peyek kacang asal Kecamatan Bojonggede, yakni Karjito pria lanjut usia (Lansia) 80 tahun.
Ya, usianya 80 tahun, tapi semangatnya tidak pernah pudar untuk menafkahi keluarganya meski rambut dan kumisnya telah memutih.
Waktu terus berjalan dan usia terus bertambah, Karjito mengaku dalam setiap harinya dari pagi hingga sore hari dihabiskan untuk berjualan keliling dari sekitaran Lapangan Siaga Bojonggede hingga pusat Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor dengan berjalan kaki walau sedang berpuasa.
“Iya lagi puasa, saya jualan jalan kaki setiap hari. Kadang sampai ke Pemda sini, kadang sampai juga ke Pasar Cibinong,” kata Karjito kepada wartawan di Cibinong saat ditemui, Jumat, (13/3/2026).
Walau tiap harinya berjualan melintasi kawasan pusat pemerintahan di Kabupaten Bogor, kata Karjito, dagangan peyek kacangnya itu sulit laku.
“Kadang laku kadang tidak, agak susah laku walaupun jualan di Pemda juga,” ujarnya.
Meski begitu, Karjito meyakini bahwa rezeki tidak hanya ada di satu tempat saja.
“Saya jualan sudah 30 tahunan, rezeki pasti ada aja,” paparnya.
Pria yang memiliki tiga anak itu mengungkapkan, dirinya sempat dilarang berjualan oleh anak-anaknya.
Namun, dia tetap memilih melanjutkan berjualan karena faktor ekonomi dan juga mencegah sakit badan yang hanya berdiam diri di rumah.
“Saya punya anak tiga sudah pada kerja, saya kalau di rumah itu badan pada sakit makanya mending jualan,” bebernya.
Adapun, tambah dia, untuk penghasilan dalam seharinya tidak menentu. Musabab, setiap penghasilan dari sebungkus peyek kacang Rp 5 ribu yang laku hasilnya langsung diserahkan ke istrinya di rumah.
“Itu istri saya ga pernah ngitung, saya jualan aja dapatnya berapa ya saya kasihin ke istri,” tutupnya. (Erwin)
