Pendidikan (BogorUpdate.com) – Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan performa universitas, IPB telah menyelenggarakan berbagai program internasionalisasi, salah satunya adalah seminar internasional. Melalui “Program Bantuan Penerbitan Prosiding Seminar/Workshop Internasional”, IPB memberikan kesempatan kepada fakultas, departemen, pusat-pusat penelitian dan unit kerja lainnya untuk mendapatkan hibah pelaksanaan seminar internasional. Selain itu, fasilitas yang diberikan oleh IPB berupa hibah juga memberikan kesempatan bagi pelaksana seminar internasional untuk mempublikasikan karya tulis di prosiding terindeks Scopus. Kesempatan ini disambut baik oleh banyak unit kerja, sehingga pada akhirnya terdapat 11 seminar internasional yang menerima bantuan dari IPB dan yang akan dilaksanakan selama tahun 2018 ini.
Bulan Juli akan ditutup oleh seminar internasional The 6th International Conference on Biomass Science 2018, tepatnya pada tanggal 31 Juli 2018. Seminar ini akan diselenggarakan oleh SBRC & Biomass Division, Japan Institute of Energy. Sebelumnya pada tahun 2017, The 6th ACBS dilaksanakan di Penang, Malaysia sebagai konferensi tingkat Asia. Pada tahun 2018, Bogor mendapatkan kesempatan untuk menyelenggarakan konferensi ini yang terfokus pada peningkatan biomassa di negara-negara Asia. Selanjutnya pada tanggal 1 – 2 Agustus 2018, konferensi yang bertema biomassa dengan judul The 3rd International Conference on Biomass: Accelerating the Technical Development and Commersialization for Sustainable Bio-based Products and Energy akan kembali digelar di IPB. Kedua konferensi ini membuka kesempatan bagi peneliti yang tertarik pada bidang energi terbarukan untuk memaparkan karya tulisnya dan mempublikasikannya di prosiding internasional terindeks Scopus.
Bagi peneliti yang tertarik dengan bidang pertanian, IPB juga akan menyelenggarakan The 4th International Seminar on Animal Industry 2018 pada tanggal 28 – 30 Agustus 2018 yang terfokus pada sistem produksi hewan ternak. Seminar ini merupakan usaha berkelanjutan yang dilakukan oleh Fakultas Peternakan untuk mengumpulkan dan menyebarkan hasil penelitian terbaru di bidang produksi peternakan. Pada tanggal 20 – 21 September, IPB akan menyelenggarakan seminar International Conference on Digital Agriculture from Land to Consumer yang bertujuan untuk mengembangkan pendekatan, metode dan teknologi baru dalam menghasilkan solusi terhadap permasalahan pertanian di masa modern ini. Di penghujung tahun 2018, tepatnya pada tanggal 15 – 16 November, Rural Socio-Economic Transformation: Agrarian, Ecology, Communication and Community Development Perspectives akan terselenggara. Seminar ini diekspektasikan akan memberikan saran dan solusi bagi perubahan sosial, ekonomi dan ekologi yang terjadi di wilayah pedesaan sebagai akibat dari perkembangan ekspansi kapital.
IPB sebagai kampus biodiversitas juga akan menyelenggarakan seminar menarik di bidang biodiversitas di lingkungan darat dan laut, di antaranya adalah The 3rd EMBRIO International Workshop on Marine Biodiversity: Understanding, Utilization and Conservation (2 – 3 Oktober), Impact of Oil Palm Plantation on Physical and Chemical Environment, Biodiversity and Local Social Economic(23 Oktober), dan The 2nd International Conference on Integrated Coastal Management and Marine Biotechnology (14 – 15 November). Tahun ini, EMBRIO akan memberikan acara yang berbeda dari 2 tahun sebelumnya, yaitu seminar internasional yang dilanjut dengan konsultasi penulisan ilmiah. Kehutanan dan kelautan merupakan isu yang marak dibicarakan di Indonesia, sehingga penyelenggaraan ketiga konferensi ini diharapkan dapat menginisiasi diskusi di antara peneliti dan pembuat kebijakan untuk menghasilkan solusi yang dapat menyelasaikan permasalahan yang terjadi.
Dalam mengikuti perkembangan zaman, universitas diharapkan dapat mengedepankan sains dan teknologi. Selain itu, universitas juga diharapkan dapat menerapkan pendekatan multidisiplin dan transdisiplin dalam penelitian ilmiah. Oleh karena itu, di tahun 2018 ini, IPB akan menyelenggarakan International Symposium on Transdisciplinary Approach for Knowledge Co-creation in Sustainability (13 September) sebagai seminar yang akan memperkenalkan pendekatan transdisiplin kepada para peneliti. The 5th International Seminar on Sciences (25 Oktober) dan The 5th International Symposium on LAPAN – IPB SATELLITE (LISAT) (6 – 7 November) akan diselenggarakan sebagai bentuk penguatan sains dan teknologi.
Program internasionalisasi bukan lagi merupakan pilihan, tetapi menjadi sebuah upaya bagi universitas untuk meningkatkan kualitasnya dan meningkatkan kompetensi mahasiswanya. Melalui penyelenggaraan seminar internasional, IPB bukan saja akan meningkatkan performa universitasnya di kancah internasional, tetapi juga meningkatkan penyebaran informasi melalui penelitian dan publikasi ilmiah. (Bu)
Editor : Endi
Sumber : Humas IPB
