Kota Bogor, BogorUpdate.com
Biskita Trans Pakuan Siap Mengaspal. Untuk memuluskan program Buy The Service (BTS), sedikitnya 30 unit angkot berbagai jurusan dihancurkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di kawasan GOR Pajajaran, Senin (01/11/21).
Peleburan 30 unit angkot itu, akan diganti oleh 10 unit moda transportasi masal BISKITA Trans Pakuan yang direncanakan uji coba mengaspal di kota hujan besok (02/11/21).
Hal itu, sebagai lanjutan dari kebijakan konversi 3 angkot menjadi 1 bus melalui program BTS besutan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dengan Pemkot Bogor.
Wali Kota Bogor Bima Arya memgatakan, uji coba 10 unit BISKITA Trans Pakuan akan dilaksanakan di koridor 5. Dalam fase uji coba, maka penumpang bisa menikmati layanan secara gratis hingga akhir tahun 2021.
“Inti dari program ini adalah mengurangi angkot, secara bertahap. Karena ingin mengurangi angkot, maka bus-bus yang hadir di Kota Bogor, ngaspal di berbagai koridor Kota bogor, harus dipastikan mengganti angkot. Jangan sampai bus-nya masuk, angkot-nya masih jalan,” kata Bima.
Politisi PAN itu mengaku tidak ingin ada main-main dalam program ini, dirinya ingin memastikan angkot yang dikonversi tidak lagi narik di jalanan Kota Bogor.
“Saya tidak mau ada akal-akalan, karena sekali lagi tujuannya targetnya mengurangi angkot,” tegasnya.
Ia juga mengaku punya solusi bagi para sopir yang angkotnya kena konversi dan akan dilibatkan dalam tim operasional BISKITA Trans Pakuan yang dibuat di Karoseri Laksana, Semarang itu.
Meskipun, kata Bima, tetap akan ada pelatihan, seleksi dan persyaratan bagi eks sopir angkot yang ingin jadi pengemudi BISKITA Trans pakuan ini.
“Bagaimana pengemudinya? ini juga yang dari awal kita rencanakan. Semua sopir angkot yang dikonversi, akan direkrut dalam tim BISKITA Trans Pakuan,” tambah dia.
Namun lanjutnya, memang ada proses, pelatihan dan seleksi, ada syaratnya. (Misalnya) SIM-nya B1, lalu ada syarat usia dan pendidikan.
Dia juga memastikan, bahwa Selasa (02/11/21) akan beroperasi 10 bus di koridor lima, untuk secara bertahap 49 bus. Bima melanjutkan, sebanyak 10 bus menggantikan 30 angkot yang datanya dianggap jelas ada di Dinas Perhubungan (Dishub Kota Bogor).
“Ya, untuk angkot ini ada yang diplat hitamkan, sehingga tidak boleh beroperasi lagi. Ada juga yang dibesi tuakan seperti ini,” paparnya,
Terakhir dia menjelaskan, bahwa nanti tidak ada lagi angkot yang beroperasi. Dari 147 angkot yang didata, nanti total yang direduksi akan semakin banyak sampai tahun 2024. “Sehingga targetnya semakin sedikit angkot yang beroperasi ditengah kota,” tandasnya.
