Leuwiliang, BogorUpdate.com – Dari gang sempit, kisah sukses petani tanaman hias di Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, memiliki pasar Internasional.
Bermula dari tahun 2018 usaha tanaman hiasa yang digelutinya, kini memiliki market hingga Asia Tenggara.
Penjual tanaman hias, Dede Ramdani mengatakan, bahwa usaha yang dirintisnya bermula memilki modal 10 juta. Kini beromset ratusan juta.
“Sudah delapan tahunan ya. Kalau jamur masih baru, ini produksi pertama aja kalau jamur,” ujarnya, Minggu (05/07).
Menurutnya, market yang laris di pasar Internasional berupa tanaman, Eastern Cape Blue Cycad, bonsai, dan berbagai tanaman lainnya.
“Kebetulan memang kalau tanaman hias ini sering kirim ke luar negeri tapi orang-orangnya datang ke sini, mulai dari Timur Tengah, Malesia dan negara Asia Tenggara,” bebernya.
Ia mengatakan bahwa saat ini dirinya kesulitan mendapatkan tanaman hias, sebab tanaman tersebut bukan asli dari Indonesia.
“Barangnya susah karena kan ini kalau aslinya kan dari Afrika, ada yang dari Afrika ada yang di Australia. Jadi kita juga seringa hunting nyari barang ke Tangerang, Jakarta, Jogja dan Medan,” paparnya.
Ia juga mengajak para pemuda Indonesia agar ikut serta dalam pertanian, mengingat sektor pertanian sangatlah menjanjikan.
“Kalau di bidang pertanian ya harus mulai mencoba dulu. Jadi yang pertama tuh coba dulu mulai dari yang kecil dan belajar, belajarnya sama yang udah bisa,” tuntasnya. (Fir)












