Detik-detik video aksi anggota satpol PP Kabupaten Bogor menendang mahasiswa HMI-MPO Bogor Raya.
Cibinong, Bogorupdate.com
Sikap anarkis yang dilakukan oleh aparat penegak peraturan daerah (Perda) kembali terjadi. Kali ini, aksi tak terpuji yang dilakukan segelintir berseragam coklat tersebut menjadi viral di grup WhatsApp yang diabadikan oleh seorang jurnalis yang tengah bertugas meliput di lokasi, pada Kamis (17/9/2020), dan hal itu kini menuai banyak kritikan serta kecaman dari masyarakat Bumi Tegar Beriman khususnya.
Bukti video yang berdurasi 22 detik itu memperlihatkan sikap anarkisme Polisi Pamong Praja (Pol PP) dalam mengamankan demonstrasi dari Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) cabang Bogor raya, yang sedang menggelar aksi terkait kejanggalan pada proyek pembangunan RSUD Leuwiliang.
Terlihat video yang menampilkan mulai dari aksi saling dorong antara mahasiswa dengan petugas dari Bantuan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) dan Tim Sabhara Polres Bogor, hingga adanya aksi ”Lompat Sambil Menendang Pendemo” oleh anggota Pol PP tersebut.
Menyikapi itu, Direktur Lembaga Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP) Rahmatullah mengecam keras aksi arogan yang ditunjukkan oleh segelintir oknum Satpol PP terhadap mahasiswa yang tergabung HMI-MPO saat menyuarakan aksinya dalam kasus dugaan Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) pada proyek pembangunan RSUD Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
“Penjarakan, kebiasaan karena itu aksi yang bahaya dan harus dipenjarakan,” kata pria yang akrap disapa Along kepada Bogorupdate.com, Kamis (17/9/20).
Menurutnya, aksi arogan yang dilakukan oleh segelintir oknum Satpol PP itu tidak hanya terjadi kali ini, melainkan saat dirinya yang dulu juga pernah aktif sebagai aktivis Bogor Raya, Along mengaku hal itu juga pernah dirasakan dirinya.
“Dulu sama ke saya kaya gitu, bahkan saya dikeroyok juga. Dan pada saat itu saya langsung buka laporan ke Polres Bogor, karena itu sudah masuk dalam pasal 170 tentang kekerasan,” bebernya.
Terpisah, Kepala Bidang Ketertiban Umum (Tibum) pada Satpol PP Kabupaten Bogor, Teguh mengungkapkan, jika video yang kini tengah viral berdurasikan 22 detik ada penggalan awalnya. Yang mana, kerusuhan dalam aksi pengamanan di demo dari mahasiswa yang tergabung dalam HMI-MPO itu keributan diawal dari Polisi yang terkena tusukan bambu pendemo.
“Ada video awalnya itu, polisi terkena tusukan bambu pendemo terus merangsek keluar dibantu Pol PP terus rusuh. Itu video akhirnya jadi sulit dikendalikan maklum dilapangan jadi agak repot, kebetulan saya lagi rapat dengan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor jadi enggak bisa ngawasin dilapangan,” akunya.
(Rul/Bing)
