Bogor RayaHomeNewsTraveling

Destinasi Wisata Malasari jadi Magnet Wisatawan Eropa dan Asia Timur

Wisata Malasari. (Ist)

Nanggung, BogorUpdate.com – Keindahan alam dan pelestarian budaya yang dilakukan di Desa Wisata Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor ternyata menjadi daya tarik wisatawan dari Eropa dan Asia Timur, terutama Jepang.

Malasari sebagai desa wisata punya potensi destinasi yang menjadi daya tarik wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.

Ketua Desa Wisata Malasari, Hamdan Yuwafi mengatakan, tiap tahun lebih dari 13 ribu wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke semua destinasi wisata yang ada di Desa Malasari.

Untuk wisatawan nusantara berkisar 12 ribu yang datang tiap tahun ke Malasari. Sementara wisatawan mancanegara antara 650 sampai 900 orang tiap tahunnya datang ke Malasari.

Biasanya para wisatawan yang datang ke Malasari ini sekitar bulan Maret dan April dan lanjut bulan Juli sampai September.

“Wisatawan Mancanegara yang datang ke Malasari rata rata dari Asia Timur dan Eropa,” tegasnya.

Hamdan mengapresiasi kebijakan dan terobosan Bupati Bogor Rudy Susmanto yang fokus melakukan pembangunan infrastruktur di Malasari.

“Tentunya sebagai masyarakat Desa Malasari senang dan berterimaksih kepada Pak Rudy Susmanto selaku Bupati Bogor yang sudah mewujudkan harapan masyarakat Desa Malasari,” jelasnya.

Menurutnya, infrastruktur jalan yang bagus tentunya akan ikut mendongkrak peningkatan kunjungan wisatawan yang datang ke Desa Malasari.

Dia juga mengaku sangat bangga dengan gagasan Bupati Bogor, Rudy Susmanto yang akan menggelar Tour Malasari Halimun Salak 2025 salah satu event sepeda berskala nasional yang akan diikuti para atlet Road Bike dan MTB Uphill dari berbagai daerah di Indonesia.

“Tour Malasari Halimun Salak ini salah satu event yang sangat bagus, dan saya berharap menjadi kalender event tahunan yang digelar oleh Pemkab Bogor,” ucap Hamdan.

Karena, kata dia, dengan adanya event berskala Nasional ini tentunya akan mendongkrak Promosi Pariwisata Desa Malasari dan akan berdampak positif pada Ekonomi Masyarakat.

Ia mengatakan, destinasi wisata yang ada di desa malasari sangat variatif seperti Sawah Terasering 1001 Undak, Pendopo Malasari (Pendopo Bupati Bogor Pertama Perkebunan Teh Nirmala, Sunrise Point Gunung Halimun, Trekking Hutan Tropis, Air Terjun (Curug Sawer, Curug Kembar, Curug Macan, Curug Piit dan Kampung Tokyo).

Selain memiliki kawasan wisata alam yang sangat variatif, Malasari juga sangat kental dengan pelestarian seni dan budaya leluhur seperti Kegiatan Serentaun, Pencak Silat, Jaipongan, Degung Halimun. Tandur (Tanam Padi) dan Kegiatan Nutu (Memisahkan Gabah jadi Beras).

“Kita juga ada aktivitas namanya Pawon Experience atau kegiatan wisatawan yang diajak oleh pemilik Home Stay untuk pergi ke ladang, belajar menanam dan juga mengambil hasil pertanian untuk dibawa ke rumah dan dimasak untuk disantap,” tutur Hamdan.

Saat ini, pihaknya terus melakukan kerjasama dengan stakeholder Pariwisata seperti HPI, Travel Agent Pariwisata, Forum Desa Wisata Kabupaten Bogor, Komunitas, Akademisi juga Disbudpar Kabupaten Bogor dan instansi pemerintahan lainnya.

Desa Wisata Malasari merupakan salah satu desa di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor yang mempunyai jumlah penduduk sebanyak 8210 jiwa yang tersebar di 50 RT dari 12 RW yang ada.

Mayoritas penduduk yang ada di Desa Wisata Malasari punya pekerjaan sebagai petani dan juga banyak yang bekerja di Perkebunan Teh.

Sementara itu, Ketua Forum Desa Wisata Kabupaten Bogor Abas Helmi mengucapkan terimakasih kepada Bupati Bogor, Rudy Susmanto yang telah menunjuk Desa Malasari sebagai venue kegiatan olahraga sepeda berlabel Kejurnas yakni Tour Malasari Halimun Salak (TMHS) 2025 dalam rangka memperingati perayaan HUT RI Ke-80.

Abas berharap dengan adanya TMHS 2025, kegiatan Desa Wisata khususnya di Malasari dan Kabupaten Bogor akan semakin berkembang dan maju serta punya daya ungkit pada perekonomian masyarakat.

Exit mobile version