Foto lahan parkir pengangkut limbah PT SBI Gunung Putri yang mobil truk nya diduga hilang bersama BB
Gunung Putri, BogorUpdate.com
Sebelum hilangnya Barang Bukti (BB) truk pengangkut limbah dan drum berisi cairan B3 milik PT. Sinar Banten Indonesia (SBI), warga diduga di intimidasi dan diancam jika halangi pengusaha larikan BB yang semula ada di lokasi.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dusun (Kadus) 4, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Irwansyah. Menurut Irwan saat armada-armada milik PT. SBI memindahkan semua BB yang ada, banyak warga yang mengetahui hal tersebut.
“Namun warga tidak menjaga pemindahan BB itu, karena ada dugaan ancaman intimidasi dari pihak perusahaan kepada masyarakat,” ucapnya kepada BogorUpdate.com, Jum’at (28/5/21).
Lebih lanjut, Kadus ini menuturkan, jika pemindahan BB tersebut dilakukan mulai saat Rabu malam (26/5/21) hingga menjalang Kamis (27/5/21) pagi.
“Saya kurang tau pengancamannya seperti apa, intinya, Kelompok Kerja (Pokja) atau Karang Taruna (Katar) gak bisa jegat BB keluar, dengan alasan karena mereka bukan pemilik/aparat setempat,” singkatnya.
Menanggapi hal tersebut, Daman Huri Kepala Desa (Kades) Gunung Putri berujar, ia sudah mengingatkan warganya secara persuasif untuk mengawasi hanya dari kejauhan guna menghindari kericuhan.
“Karena menurut keyakinan saya, kemungkinan besar hal ini sengaja dibuat chaos dengan tujuan tertentu, tapi Alhamdulillah kejadian tersebut bisa kami tahan,” ujarnya saat ditemui di kantornya.
Untuk menjaga kondusifitas wilayah, Daman Huri akan segera melakukan langkah konkret, dengan langkah pertama pemanggilan aparat lingkungan perusahaan transporter limbah tersebut bermukim.
“Yang pertama malam ini kita undang dulu RT/RW agar bisa mengondikasikan warganya, supaya tidak ada tindakan lebih baik dari masyarakat maupun perusahaan,” ucapnya.
Hal ini diindikasikan oleh hasil pantauannya selama dilapangan, dimana orang-orang yang bekerja untuk perusahaan tersebut terlihat agak stres. “Saya lihat baik Owner maupun backingnya keliatan agak stres, mereka sangka kita main-main kali dan tidak akan ada penindakan lagi,” papar Daman Huri.
Dengan datangnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kades Gunung Putri ini menunjukkan keseriusannya menindak lanjuti perihal pencemaran lingkungan yang merugikan masyarakat.
“Untuk masalah penghilangan barang bukti yang disengaja, Pemdes juga serius akan menangani hal tersebut, karena ditakutkannya masalah limbah di Desa Gunung Putri beres, nanti malah pindah ke desa tetangga, kan kasian juga warganya,” pungkasnya.
(Jis/Bing)
