Ekobis, BogorUpdate.com – PT Bank Danamon Indonesia TBK melalui Unit Usaha Syariah (Danamon Syariah), dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Pustaka dan Informasi, Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MPI PP Muhammadiyah) resmi berkolaborasi.
Kolaborasi antara Danamon Syariah dan MPI Muhammadiyah itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama keduanya di Kantor Pusat Muhammadiyah Yogyakarta, pada Rabu, (23/7/2025) lalu.
Direktur Syariah dan Sustainability Finance Danamon, Herry Hykmanto mengatakan bahwa Danamon Syariah telah menjalin kemitraan yang positif dengan Muhammadiyah dan menghadirkan solusi keuangan yang holistik, terintegrasi, dan berbasis syariah sejak tahun 2012.
“Melalui kerja sama dengan MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kami berharap kerja sama ini dapat menjadi katalis percepatan inklusi keuangan sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan berbasis digital di lingkungan Muhammadiyah,” ujar Herry Hykmanto dalam keterangannya, Rabu, (30/7/2025).
Sementara itu, Ketua MPI PP Muhammadiyah, Muchlas menjelaskan bahwa transformasi digital bukan sekadar adopsi teknologi.
“Ini adalah jalan peradaban untuk memperkuat jati diri Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modern yang profesional dan melayani umat dengan keunggulan,” ucapnya.
Kolaborasi antara Danamon Syariah dan Muhammadiyah adalah bagian dari perjalanan panjang kerja sama antara kedua organisasi. Sebagai Satu Grup Finansial dengan jaringan dan kapabilitas global dan lokal, Danamon dan anggota grup menawarkan beragam solusi finansial holistik, termasuk yang berbasis syariah.
Ini mencakup layanan perbankan melalui Danamon, layanan pembiayaan otomotif dan non-otomotif melalui Adira Finance dan Mandala Finance, asuransi melalui Zurich Syariah, dan layanan pembiayaan untuk kredit barang melalui Home Credit Indonesia.
Jaringan global Danamon bersama dengan MUFG sebagai perusahaan induk tersedia di lebih dari 40 pasar di seluruh dunia, termasuk di negara-negara di mana terdapat Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM), seperti di Jepang, Malaysia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Australia.
Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan jutaan anggota memiliki visi yang sejalan dengan Danamon Syariah dalam mendorong transformasi digital di berbagai sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, sosial kemasyarakatan, dan keagamaan.
Dengan kolaborasi terbaru ini, Danamon Syariah akan menjadi mitra perbankan eksklusif di dalam sistem digital Muhammadiyah, untuk menyediakan layanan finansial di dalam Satu Data Muhammadiyah (SatuMu), ekosistem digital Muhammadiyah.
SatuMu kini memiliki jutaan anggota Muhammadiyah yang terdaftar, serta mendukung pengelolaan organisasi secara digital mencakup 35 Pimpinan Wilayah, sekitar 400 Pimpinan Daerah, sekitar 3.000 Pimpinan Cabang, dan sekitar 14.000 Pimpinan Ranting Muhammadiyah.
Danamon Syariah akan menyediakan ragam solusi finansial melalui SatuMU, termasuk pembukaan rekening melalui aplikasi D-Bank PRO, pembayaran iuran dan tagihan, pembayaran zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf (ZISWAF) Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu), pendaftaran haji dan umroh, pembiayaan otomotif hingga multiguna dari Adira Finance dan Mandala Finance, dan solusi finansial lainnya, yang akan dapat diakses melalui aplikasi MASA, yaitu aplikasi digital yang berhadapan dengan pengguna (user-facing) dengan efisien, aman, dan sesuai dengan prinsip syariah.
Integrasi solusi finansial digital Danamon Syariah ke dalam ekosistem SatuMu dilakukan melalui kerja sama pengembangan yang dilakukan di bawah Muhammadiyah Software Labs (LabMu), unit khusus Muhammadiyah yang memimpin transformasi digital, termasuk penguatan tata kelola data dan sistem informasi organisasi Muhammadiyah.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung digitalisasi keuangan untuk jutaan anggota Muhammadiyah di seluruh Indonesia dan mendorong literasi dan inklusi keuangan bagi lebih banyak orang dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis teknologi. Bagi Muhammadiyah, kolaborasi ini diharapkan dapat memberi dampak kepada organisasi, anggota, dan masyarakat luas, termasuk dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan berbasis syariah di kalangan warga Muhammadiyah. (Erwin)
