Cibinong, BogorUpdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kurang sejalan dengan saran Kementerian Sosial (Kemensos) dalam menangani persoalan tingginya angka Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di Bumi Tegar Beriman.
Pasalnya, Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menyarankan Pemkab Bogor untuk membangun rumah sakit jiwa untuk menangani jumlah ODGJ di Kabupaten Bogor.
Hal itu dimintanya lantaran pasien ODGJ dari Kabupaten Bogor kerap dilarikan ke Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Kota Bogor.
“Kita coba koordinasikan dengan Bupati dan Wali Kota untuk bisa bekerja sama dan menyiapkan sentra-sentra di Kabupaten Bogor untuk bisa melayani kelompok rentan,” ujar Saifullah kepada wartawan di Cibinong beberapa waktu lalu di Cibinong.
Menanggapi itu, Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengaku lebih memilih membangun Balai Kesejahteraan Sosial untuk menangani persoalan ODGJ.
“Memang lokasi rumah sakit jiwa untuk ODGJ adanya di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Kota Bogor, tapi kami Pemkab Bogor sudah merencanakan membangun Balai Kesejahteraan Sosial di Pondok Rajeg Cibinong,” ujar Rudy kepada wartawan, Senin, (6/7/2026).
Rudy menyebut, nantinya Balai Kesejahteraan Sosial yang dibangun di kawasan Pondok Rajeg itu akan lebih luas dari beberapa tempat yang telah ada di Kabupaten Bogor sebelumnya.
Adapun, lanjut dia, wacana pembangunan Balai Kesejahteraan Sosial di kawasan Pondok Rajeg itu saat ini dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).
“Baru merencanakan DED, itu yang direncanakan akan dibangun oleh Pemkab Bogor. Nantinya tidak hanya berfokus pada ODGJ, tapi ada tunawisma, dan jompo,” tutupnya.
Sekadar informasi, Kabupaten Bogor menjadi wilayah tertinggi banyaknya ODGJ dengan jumlah 7.321 orang pada 2025 lalu.
Kemudian disusul Sukabumi dengan jumlah 3.930, Kota Bandung 3.571, Karawang 3.315, Bekasi 2.970, Cirebon 2.438, Majalengka 2.292, Kota Bogor 2.194, Kota Depok 1.888, dan Ciamis 1.839. (Erwin)












