Cisarua – Bogor Update
Korem 061/Suryakencana (SK) beserta Polri, Pemerintahan Daerah (pemda) Kabupaten Bogor, dan 114 Komunitas Penggiat Lingkungan menggelar kegiatan RAKSA SASAKA PUSEUR dengan tema Ngalokat Sirah Cai Ciliwung (Bersih-bersih mata air hulu Sungai Ciliwung), seperti, karya Bakti pembersihan, penanaman pohon dan penebaran Bibit ikan di Telaga Saat Cikoneng Gunung Gede Pangrango ,Desa Tugu Utara Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Minggu (25/02/18)
Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakancana (SK), Kolonel Inf Muhamad Hasan dalam sambutannya mengatakan, seperti diketahui Sungai Ciliwung mempunyai dampak yang paling luas ketika musim hujan dan mengalir sampai ke kota Jakarta, dan sungai Ciliwung juga di anggap sungai yang mengalami kerusakan.
“Seperti kita ketahui Telaga Saat merupakan hulu sungai Ciliwung, tetapi kurang mendapat perhatian dari instansi terkait dan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan,” ujar nya.
Ia menambahkan, dengan Luas 6 Hektar sumber mata air sungai Ciliwung sangat memprihatinkan karena area telaga 80 persen tertutupi tumbuhan Gulma dan sedimentasi yang berasal dari longsoran tanah, sehingga mengakibatkan fungsi telaga berkurang sebagai sumber air kehidupan bagi masyarakat sekitar.
“Kami mengajak kepada satuan TNI dan Polri serta komunitas penggiat alam yang berada daerah korem 061/SK mengembalikan fungsi Telaga Saat agar berfungsi kembali memberikan manfaat lebih bagi masyarakat,” imbuh Kolonel Inf Muhamad Hasan.
Dirinya menghimbau, perlu adanya penanganan jangka pendek berupa pengangkatan tumbuhan dan Gulma air, dan pembersihan pohon-pohon liar dan pembibitan ikan.
” Ini merupakan langkah upaya membuka mata para pemangku kebijakan agar dapat secara terus menerus melakukan pemeliharaan dan pengawasan Telaga Saat,” ungkap Kolonel Inf Muhamad Hasan.
Kolonel Inf Muhamad Hasan menghimbau,mulai saat ini kita kembali memperhatikan dan memperbaiki infrastruktur alam, karena korem 061/sk hanya menginsipirasi masyarakat dengan kegiatan saat ini, sehingga nantinya dapat mencintai alam dan memelihara alam, dan kembali kepada alam, dan bukan membangun resort di sekitar Telaga saat untuk kepentingan sendiri, tapi masa depan anak cucu tidak dipikirkan.
Sementara itu, salah satu peserta komunitas penggiat pencinta alam, Ketua DPD JPKP Kabupaten A. Fachry menyampaikan, dengan adanya kegiatan RAKSA SASAKA PUSEUR CIHALIWUNG dengan tema Ngalokat Sirah Cai Ciliwung (Bersih-bersih mata air hulu Sungai Ciliwung) dapat mengembalikan infrastruktur alam khususnya di Telaga saat kembali ke fungsinya.
“Kegiatan ini menjadi awal menggugah kita untuk menjaga dan melestarikan alam sehingga Telaga Saat yang merupakan hulu sungai Ciliwung kembali ke fungsinya menyimpan sumber air untuk masyarakat,”pungkasnya. (Rie)
Editor : Endi
