Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeHukum & KriminalNewsPemerintahan

Dua Proyek Ini Mangkrak, Ki Jalu: Dinas PUPR Lalai Dalam Pengawasan

×

Dua Proyek Ini Mangkrak, Ki Jalu: Dinas PUPR Lalai Dalam Pengawasan

Sebarkan artikel ini

Foto Lulu Azhari Lucky (Ki Jalu) Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Madaniyah

BOGORUPDATE.COM – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Madaniyah, Lulu Azhari Lucky atau yang akrab disapa Ki Jalu menyikapi mangkraknya pengerjaan proyek peningkatan Jalan Barengkok-Pabangbon di Kecamatan Leuwiliang senilai Rp12,58 miliar dengan PT Bumi Siak Makmur sebagai kontraktornya dan peningkatan Jalan Cicangkal-Maloko di Rumpin dengan nilai Rp3,6 miliar yang dikerjakan CV Tolping Jaya.

Ki Jalu merasa prihatin atas tidak selesainya proyek tersebut, yang mana proyek peningkatan jalan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Dengan mangkraknya proyek ini merupakan bagian dari wanprestasi dari pemerintah daerah khususnya dalam pengawasan melekat, dan ini merupakan tupoksinya para wakil rakyat,” Katanya kepada Bogorupdate.com, Sabtu (18/1/20).

Lebih lanjut Ki Jalu mengatakan, proyek-proyek tersebut merupakan proyek transisi dari masa habis kerja bupati lama dengan bupati terpilih, akan tetapi hal itu bukan merupakan alasan yang jelas.

“Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Bogor yang merupakan pengguna anggaran lalai dalam bidang pengawasan internalnya dan Bupati sebagai penanggung jawab pembangunan harus memberikan panisment kepada SKPD-SKPD pengguna anggaran 2019 yang mangkrak,” Ujarnya lagi.

Terkait hal tersebut, Bogorupdate.com mencoba konfirmasi ke Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, R. Soebiantoro melalui pesan WhatsApp, Pada Sabtu (18/01/20), namun hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan apapun.

Sebelumnya, dilansir dari Sindonews.com, Anggota DPRD Jabar Asep Wahyuwijaya turut menyoroti persoalan mangkraknya sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Bogor. Menurut dia, persoalan itu tak lepas dari buruknya mental aparat birokrasi di Kabupaten Bogor.

Asep yang mewakili Daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor itu mengaku sudah sejak jauh hari menyoroti persoalan tersebut, di antaranya mangkraknya proyek peningkatan Jalan Barengkok-Pabangbon di Kecamatan Leuwiliang senilai Rp12,58 miliar dengan PT Bumi Siak Makmur sebagai kontraktornya dan peningkatan Jalan Cicangkal-Maloko di Rumpin dengan nilai Rp3,6 miliar yang dikerjakan CV Tolping Jaya. Bahkan, kata Asep, belum lama ini, dirinya meninjau langsung proyek ruas jalan yang mangkrak itu.

Diketahui, salah satu proyek jalan tersebut dananya berasal dari program Bantuan keuangan (Bankeu) Pemprov Jabar. Asep pun menyayangkan mangkraknya proyek jalan tersebut sekaligus menilai konyol persoalan itu. Pasalnya, dana yang sudah diberikan Pemprov Jabar untuk proyek tersebut malah tidak digunakan.

Saya tentu menyayangkan hal ini bisa terjadi. Minta bantuan anggaran ke Pemprov Jawa Barat, sekalinya dikasih, eh ini malah gak diserap atau dibuat mangkrak pekerjaannya (Jalan Pabangbon-Barengkok, itu kan konyol namanya,” ungkap Asep, Jumat (17/1/2020) lalu.

 

 

 

 

 

 

Editor : Endi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *