Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Dugaan Pencemaran Sungai Ciparigi oleh Hotel Santika dan Botani Square mendapat Perhatian Serius dari Wali Kota Bogor

×

Dugaan Pencemaran Sungai Ciparigi oleh Hotel Santika dan Botani Square mendapat Perhatian Serius dari Wali Kota Bogor

Sebarkan artikel ini

Dugaan Pencemaran Sungai Ciparigi oleh Hotel Santika dan Botani Square mendapat Perhatian Serius dari Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. (Abizar/Bogorupdate)

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Dugaan pencemaran Sungai Ciparigi yang melibatkan Hotel Santika dan Botani Square mendapat perhatian serius dari Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim. Namun, hingga kini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih menunggu laporan resmi sebelum mengambil langkah lanjutan.

Dedie menyampaikan bahwa informasi awal terkait dugaan pencemaran tersebut akan segera disampaikan oleh Lurah Tegallega dan Camat Bogor Tengah.

“Saya masih menunggu laporan. Hari ini rencananya Pak Lurah Tegallega dan Pak Camat Bogor Tengah akan menyampaikan laporan,” ujar Dedie kepada wartawan, Kamis (30/4/26).

Ia menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan secara rinci bentuk maupun mekanisme dugaan pencemaran yang terjadi. Menurutnya, Pemkot Bogor perlu mengumpulkan data lengkap, termasuk terkait cara pembuangan limbah, lokasi pembuangan, hingga dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan.

“Saya juga belum mengetahui praktik pencemaran itu seperti apa, dibuang ke mana, dan bagaimana prosesnya. Nanti siang akan kita panggil setelah menerima informasi yang lebih detail,” jelasnya.

Sebelumnya, Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman, mengungkap dugaan bahwa Hotel Santika dan Botani Square membuang limbah ke Sungai Ciparigi. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung saluran limbah di wilayahnya, Rabu (29/4/26).

Hardi menyebut pihak kelurahan telah memberikan teguran kepada kedua pihak, baik secara lisan maupun tertulis. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut yang dilakukan.

“Kami sudah memberikan teguran, baik tertulis maupun lisan kepada pihak Botani Square dan Santika. Tapi sampai hari ini belum ada tindakan. Mereka masih tetap membuang limbah ke sungai,” ujarnya.

Ia juga mengaku telah meminta hasil uji laboratorium dari pihak hotel guna memastikan kualitas limbah yang dibuang. Namun, hingga saat ini permintaan tersebut belum dipenuhi.

“Saya pernah meminta hasil laboratorium untuk memastikan limbah itu tidak berdampak. Tapi sampai sekarang belum ada hasil yang diberikan, baik dari Santika maupun Botani Square,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hardi mengungkapkan bahwa warga mulai merasakan dampak dari dugaan pencemaran tersebut, di antaranya bau tidak sedap serta perubahan kondisi air sungai. Ia juga menyoroti ukuran pipa pembuangan milik Botani Square yang dinilai cukup besar dan berpotensi memengaruhi debit air.

“Dampaknya bau, dan kondisi air berubah. Pipa dari Botani itu besar sekali,” pungkasnya. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *