BogorUpdate.com – Saat kemarau untuk wilayah Citeureup sendiri mengalami kekeringan air dalam beberapa bulan ini dan krisis air pun melanda di beberapa lokasi di Kabupaten Bogor, terlebih dalam kesempatan tersebut adanya krisis air dimanfaatkan oleh Kepala Sekolah dan komite sekolah SDN Puspanegara 02 dan SDN Puspanegara 03, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
Pasalnya dari keseluruhan orang tua Siswa-siswi SDN 02 dan SDN 03 Puspanegara diduga memungut biaya dengan alasan untuk pembuatan sumur bor dengan nominal uang sebesar 25,000,-00 (dua puluh lima ribu rupiah) per siswa di sekolahnya tersebut.
Dengan jumlah 800 siswa kurang lebih dari dua sekolah dalam satu pekarangan, dimana, SDN Puspanegara 02 dengan jumlah kurang lebih 300 siswa dan SDN Puspanegara 03 mencapai 500 siswa.
Menurut salah satu orang tua murid yang tidak mau disebut namanya mengatakan bahwa mereka dipungut biaya sebesar Rp25 ribu.
” Kami di pungut biaya sebesar Rp25 ribu untuk membuat sumur bor, kami sangat keberatan dengan adanya pungutan yang dibebankan terhadap orang tua, kalau memang ingin membuat sumur bor boleh-boleh saja, tapi jangan dibebankan terhadap orang tua murid,” Jelasnya dengan nada kesal, saat diwawancarai oleh Bogorupdate.com, Kamis (18/10/18).
Masih katanya menambahkan, ” Seharusnya kepala sekolah atau komite membuat proposal bantuan ke dinas pendidikan atau ke perusahaan yang berada di lokasi terdekat untuk bantuan pembuatan sumur bor,” Tegasnya.
Sementara itu Maria S.pd selaku Kepala Sekolah SDN Puspanegara 02 saat di konfirmasi mengakui, bahwa semua ini adalah urusan ketua komite.
” Memang di musim kemarau seperti ini sudah tidak ada lagi air di sekolah, Nah maka dari itu diadakanlah rapat orang tua murid dengan komite, dasarnya untuk membuat sumur bor,” Pungkas kepsek Maria.
” Kami di sini juga tidak memaksakan untuk orang tua murid, sumbangsih tidak harus dinominalkan, dengan secara suka rela orang tua murid memberikannya. Kalau memang bapak mau lebih jelasnya silakan saja konfirmasi ke pihak Komite,” Tambahnya. (Man/wenkz)
Editor : Tobing
