Foto ilustrasi pungli (Net)
Kota Bogor, BogorUpdate.com
Setelah berhasil meringkus dua orang melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT), kini Polsek Bogor Tengah memburu aktor pungli di Pasar Bogor yang belakangan membuat resah para pedagang.
Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Suminto mengaku telah menangkap dua orang inisial K dan I. Lalu polisi berhasil mengantongi identitas kepala preman yang melakukan pungli di Pasar Bogor yang diduga bersembunyi di kawasan Gunung Bunder, Kabupaten Bogor.
“Jadi dari hasil gelar perkara, kami sudah mengantongi satu nama yang diketahui sebagai koordinator dan sekarang sedang kamu lakukan pengejaran,” ungkap Suminto, Senin (15/2/21).
Dia mengaku kedua orang tersangka yang ditangkap beberapa waktu lalu tidak ditahan oleh pihak Polsek Bogor Tengah. namun, perkaranya tetap dilanjutkan.
“Karena alat bukti yang kami dapatkan hanya Rp31 ribu dari tangan dua orang tersangka dan saat ditangkap tidak melakukan perlawanan, jadi kami tangguhkan penahanan. Yang pasti saat ini perkara tetap dilanjutkan,” pungkasnya.
Dengan tidak ditahannya para pelaku pungli ini membuat pedagang merasa resah. Salah satu pedagang berinisial, SR meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap kembali para pelaku pungli. Sebab sepengatahuannya, jumlah pelaku pungli ada 10 orang.
“Kemarin ada informasi preman yang suka pungli ditangkap, tapi akhirnya di lepaskan lagi. Mereka kemarin beraksi lagi melakukan pungli ke pedagang. Kami semua resah dan takut, lebih baik ditangkap saja mereka semua,” harapnya.
Ia juga mengungkapkan, para pelaku pungli meminta uang secara paksa, ada yang diminta Rp5 ribu sampai Rp10 ribu dengan alasan untuk uang jalur. Setiap harinya ada sekitar 10 orang preman yang meminta uang dan beraksi pada pukul 03.00 hingga 06.00 WIB.
“Satu hari bisa sampai Rp50 ribu setiap pedagang diminta uang oleh preman-preman itu. Kami minta segera ada tindakan tegas,” tegasnya.
Sementara di tempat berbeda, Kasatpol-PP Kota Bogor Agustian Syah mengatakan, keberadaan para pelaku pungli ini dikarenakan sifat para pedagang itu sendiri yang enggan direlokasi ke dalam Pasar Bogor.
“Pedagang liar itukan kita tertibkan dan kita geser kelokasi lain, kenapa? Karena pasti ada aja orang-orang yang mencoba mencari keuntungan disitu, yaitulah para pelaku pungli,” tegasnya.
Pria yang akrab disapa Demak itu
juga mengaku sudah memetakan titik-titik terjadinya pungli di kawasan Pasar Bogor. Namun, ia mengaku kerjaannya akan sia-sia jika para pedagang tidak bisa kooperatif dengan aparat.
“Kita kerja ga akan beres-beres kita lakukan penertiban, setelah penertiban beres karena merasa ada orang yang bisa mengjondisikan disana (lapak PKL, red) jadi pedagang balik lagi jualan dan sekarang mengeluh karena ada pungli. Ya ayok ikutin arahan petugas,” pungkasnya.
(As/Bing)






