Bogor RayaHomePemerintahan

JPKP Kabupaten Bogor Dukung RSUD Cibinong Lakukan Pembenahan Layanan

Alfiano Fahry, Ketua DPD JPKP Kabupaten Bogor

 

Cibinong (Bogorupdate.com) – Menanggapi berita yang akhir-akhir ini perihal antrian panjang di RSUD Cibinong. Ketua DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Bogor, berpendapat bahwa hal tersebut merupakan masalah umum yang hampir terjadi di semua RSUD.

 

Ketua DPD JPKP Kabupaten Bogor, Alfiano Fahry mengatakan, antrian panjang merupakan hal yang umum terjadi di hampir semua RSUD, dilihat dari segi positif antrian panjang tersebut terjadi dikarenakan tingginya kunjungan pasien di RSUD Cibinong.

 

“Ini merupakan poin positif bagi RSUD Cibinong, hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD tersebut,” ujar nya kepada Bogorupdate.com melalu telepon selular, Selasa (29/05/18) malam.

 

Dirinya menambahkan, dilihat dari beberapa faktor seperti, terbatasnya ruangan pendaftaran, hingga adanya oknum-oknum pendaftar yang merangkap menjadi calo merupakan masalah yang sulit diberantas.

 

” Sistem pendaftaran masih manual sehingga siapapun dapat mendaftar dengan bebas atas nama pasien, ini merupakan suatu hal yang sulit untuk menangkap basah transaksi sebagai bukti adanya pencaloan dan penjualan nomor antrian,” imbuh A.Fahry.

 

Lanjutnya, Secara tidak langsung, adanya oknum calo-calo ini akan semakin memperpanjang antrian dan semakin memperkecil jatah pasien sebenarnya.

 

“Sistem online dapat menjadi solusi yang efektif memperpendek antrian, namun belum sepenuhnya dapat menjadi jaminan dalam hal menyelesaikan masalah yang ada. Karena tidak semua masyarakat Kabupateb Bogor memahami sistem ini,” ungkapnya.

 

Ketua DPD JPKP Kabulaten Bogor dengan tegas meminta pihak RSUD Cibinong dapat segera mengatasi masalah percaloan dan menindak tegas oknum pelakunya, termasuk bila terbukti oknum tersebut adalah karyawan RSUD atau yang mengaku relawan.

 

Sedangkan perwakilan RSUD Cibinong, Kepala Bidang Medik RSUD Cibinong, dr Fusia Meidiawaty memaparkan, pihaknya telah melakukan pembenahan masalah antrian ini, diantaranya telah memberlakukan satu nomor untuk satu antrian, yang sebelumnya satu pengantri bisa mengambil beberapa nomor antrian.

 

“Pihak kami selanjutnya juga sedang berproses untuk menjalankan sistem antrian online yang Insya Allah tidak lama lagi akan di uji cobakan, tentu saja dengan segala permasalahannya,” papar nya.

 

Lanjutnya, Untuk mengatasi masalah pencaloan, bukan tidak mungkin ke depannya RSUD Cibinong akan menerapkan antrian memakai sistem finger print atau sidik jari untuk melayani masyarakat jadi tidak ada lagi antrian panjang, dan pasien harus mendaftar sendiri tanpa diwakilkan. (Rie)

 

 

 

 

Editor : Endi

Exit mobile version