Cisarua, BogorUpdate.com – Kampung Kongsi Awi Iuh RW 07, Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, menjalani proses verifikasi lapangan Kampung Ramah Lingkungan (KRL) pada Senin (20/10/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata warga dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah, penguatan ekonomi lokal, dan ketahanan pangan.
Ketua KRL Awi Iuh, Lili, mengatakan bahwa seluruh rangkaian persiapan berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, dari awal sampai sekarang semuanya berjalan baik. Ini semua berkat dukungan kepemudaan, warga setempat, dan pemerintah desa. Kami tampilkan potensi UMKM, lingkungan, hingga bank sampah. Warga juga mulai sadar memilah sampah,” ujar Lili.
Sementara itu, Dino Darussalam, kader konservasi alam sekaligus Teladan III Nasional Wana Lestari Kementerian Kehutanan, menyebut bahwa kegiatan ini merupakan hasil gotong royong dan kesadaran bersama.
“Alhamdulillah kita telah melaksanakan verifikasi lapangan untuk Kampung Ramah Lingkungan Kampung Kongsi Awi Iuh RW 07. Warga kini sudah memahami cara mengolah sampah organik dan anorganik. Harapannya, kegiatan ini tak berhenti di verifikasi, tapi menjadi gerakan konsisten dan menular ke RW lain di Desa Cibeureum,” katanya.
Dari pihak pemerintah desa, Saepul, Sekretaris Desa Cibeureum, menegaskan bahwa program ini berangkat dari kebiasaan positif masyarakat.
“Kegiatan ini muncul dari semangat warga yang ingin menunjukkan kekompakan dan gotong royong. Kami mendukung baik secara anggaran, motivasi, maupun pembinaan. Saat ini sudah ada empat RW yang melaksanakan KRL, yaitu RW 02, 06, 07, dan 09. Harapannya, ke depan seluruh 11 RW di Desa Cibeureum bisa menjadi kampung ramah lingkungan,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Beno, tim penilai Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor. Ia menilai KRL di Cisarua sudah berjalan baik dan berpotensi menjadi sarana edukasi lingkungan.
“Semua cukup bagus, yang penting terus ditingkatkan dan dijaga kekompakannya. Semoga ini juga bisa menjadi edukasi wisata untuk pengunjung yang datang ke wilayah Cisarua,” ucapnya.
Ketua RW 07, Novita Mulyasari, menambahkan bahwa semangat para pemuda menjadi pendorong utama terbentuknya KRL Awi Iuh.
“Alhamdulillah, ini lahir dari semangat pemuda yang ingin menjadikan kampung lebih tertata, bersih, dan nyaman. Nama Awi Iuh diambil dari sejarah lama Kampung Kongsi, karena dulu wilayah ini dikenal dengan pohon awi (bambu). Suami saya juga sangat mendukung, tanpa beliau saya tidak bisa berperan sejauh ini,” ungkap Novita.
Lebih lanjut, Novita menuturkan bahwa warga juga memperkuat ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayuran.
“Setiap rumah menanam sayur seperti selada, pakcoy, dan lainnya. Jadi kalau ronda malam, tinggal ambil dari kebun warga. Kita saling berbagi hasil tanaman, dan ini sudah jadi budaya di sini,” jelasnya.
Dengan sinergi masyarakat, pemuda, dan pemerintah desa, Kampung Kongsi Awi Iuh RW 07 kini menjadi contoh nyata penerapan konsep Kampung Ramah Lingkungan di Cisarua, Kabupaten Bogor, yang tidak hanya fokus pada kebersihan, tetapi juga kemandirian ekonomi dan sosial masyarakat. (Deni)
