Bojongkulur, Kabupaten Bogor – Sebuah unggahan di media sosial menghebohkan warganet setelah menampilkan pernyataan sikap dari perangkat Desa Bojongkulur yang menyatakan akan mogok kerja mulai Kamis, 24 Oktober 2025.
Alasannya, karena ruang Kantor Kepala Desa dan Balai Desa digembok oleh pihak yang disebut sebagai oknum tak bertanggung jawab.
Dalam pernyataan yang beredar, perangkat desa menyebut tindakan tersebut telah membuat mereka merasa terancam dan tidak aman dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Karena merasa terancam atas tindakan sewenang-wenang tersebut, Perangkat Desa dan Staf Pemerintah Desa Bojongkulur dengan ini menyampaikan tuntutan,” tulis pernyataan tersebut.
Adapun isi tuntutan yang disampaikan perangkat desa antara lain:
1. Segera hentikan segala bentuk tindakan penyegelan, penggembokan, atau penghalangan aktivitas pemerintahan desa terhadap fasilitas Kantor Desa Bojongkulur oleh pihak mana pun dan dalam bentuk apa pun.
2. Hentikan segala bentuk ancaman, intimidasi, dan tindakan yang mengganggu keamanan serta kenyamanan Kepala Desa dan seluruh aparatur Pemerintah Desa Bojongkulur.
3. Meminta kepada Bupati, Wakil Bupati, pihak Kepolisian, dan TNI untuk segera mengambil langkah nyata dalam memulihkan situasi agar kembali aman dan kondusif, serta memastikan pelayanan publik di Desa Bojongkulur dapat kembali berjalan normal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kecamatan Gunung Putri maupun Pemerintah Kabupaten Bogor terkait insiden penggembokan tersebut.
Warga berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan agar pelayanan masyarakat di Desa Bojongkulur tidak terganggu. (Gus)













