Cibinong, BogorUpdate.com – Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Saifullah Yusuf, meninjau secara langsung proses penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kantor Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, yang telah mulai disalurkan sejak Senin (20/10/2025).
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penyaluran bansos berjalan lancar serta tepat sasaran sesuai data penerima manfaat.
“Kita ingin cek di lapangan tentang penyaluran bansos yang mulai diproses sejak hari Senin kemarin. Kita ingin tahu profil penerima manfaat, selama ini kita hanya melihat dari data, sekarang kita lihat langsung di lapangan,” ujarnya kepada wartawan, Jum’at (14/10/2025)
Ia menjelaskan, penyaluran bansos reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako menyasar lebih dari 18 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Hingga saat ini, lebih dari 4 juta keluarga telah menerima bansos tersebut dan proses distribusi akan terus dilakukan hingga selesai pekan depan.
Selain bansos reguler, Kementerian Sosial juga sedang memfinalisasi data Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) yang ditujukan bagi lebih dari 35 juta KPM. Bantuan ini akan difokuskan kepada masyarakat di desil 1 hingga 4 sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.
“Untuk memastikan data akurat, kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar data dari BPS sesuai dengan kondisi lapangan. Jika tidak sesuai, maka akan dilakukan koreksi,” jelasnya.
Mensos juga menegaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Keuangan untuk memastikan para penerima manfaat memiliki rekening aktif. Penyaluran akan dilakukan melalui bank-bank Himbara tanpa biaya tambahan. Namun, bagi penerima yang tidak memiliki rekening, bantuan akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia.
“Prioritas kami adalah menyalurkan melalui Himbara agar tidak ada biaya tambahan. Namun bagi daerah yang belum memiliki infrastruktur perbankan memadai, penyaluran dilakukan lewat PT Pos,” terang Saifullah.
Ia menambahkan, hampir 400 ribu data penerima telah dikoreksi bersama Dinas Sosial Kabupaten Bogor karena tidak memenuhi kriteria. “Kami bekerja keras memastikan seluruh penerima sesuai dengan ketentuan agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.
Penyaluran melalui PT Pos akan dilakukan minggu depan. Dari total 18 juta penerima bansos reguler, sekitar 700 ribu di antaranya akan menerima melalui PT Pos. Mekanisme penyaluran dilakukan dengan tiga cara. Yakni, penerima datang langsung ke kantor pos, petugas mengantarkan ke rumah bagi lansia dan penyandang disabilitas, atau penyaluran berbasis komunitas di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Saifullah Yusuf mengingatkan agar bansos digunakan dengan bijak dan sesuai peruntukannya. “Saya minta bantuan ini dimanfaatkan dengan baik, jangan digunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya, apalagi untuk main judol,” tegasnya. (Lilis)












