Cibinong, BogorUpdate.com – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor membeberkan 8.400 guru ngaji di Bumi Tegar Beriman yang mengalami kenaikan gaji telah terdata berdasarkan Education Management Information System (EMIS).
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bogor, Raden Enjat Mujiat mengatakan bahwa 8.400 guru ngaji itu merupakan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) yang mengajar di wilayah Bumi Tegar Beriman.
“Datanya by EMIS, lembaganya ada, muridnya ada dan gurunya pun ada. Nah, gurunya itulah yang kita ajukan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk diberikan hibah stimulan,” ujar Enjat saat dikonfirmasi, Kamis, (20/8/2026).
Enjat menjelaskan, MDT merupakan tempat pendidikan keagamaan yang memiliki kurikulum pembelajaran meski tidak berstatus sebagai lembaga pendidikan formal seperti madrasah pada umumnya, sehingga MDT dikategorikan berbeda dengan madrasah formal.
Enjat menambahkan, untuk memastikan bantuan tepat sasaran nantinya data penerima akan kembali diverifikasi dan divalidasi menjelang pencairan.
Verifikasi dilakukan dengan tujuan mengantisipasi adanya perubahan kondisi penerima, seperti guru yang meninggal dunia setelah data ditetapkan.
“Kita khawatir misalkan Maret masih hidup, tapi Agustus sudah meninggal dunia. Jadi, nanti harus diganti kepada ahli warisnya seperti pengganti dia,” katanya.
Menurut Enjat, penerima tidak dibedakan berdasarkan jumlah murid yang diajar maupun lamanya mengajar. Artinya, selama guru dan lembaganya tercatat dalam EMIS serta masih aktif, maka guru tersebut masuk dalam data penerima.
“Selama terdaftar di EMIS, walaupun dia baru seminggu tapi waktu pendataan itu memang ada di EMIS, itu kita kasih. Tidak ada dikotomi, semuanya punya hak yang sama,” paparnya.
Adapun, kata Enjat, besaran hibah yang diterima masing-masing guru ngaji mengalami peningkatan dari yang sebelumnya sekitar Rp 700 ribu menjadi Rp 1 juta per guru.
“Luar biasa, ada guru ngaji yang cuma guru ngaji. Sementara dia gaji, dia dari mana kalau bukan dari stimulan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor. Sebetulnya untuk mencukupi jauh dari cukup,” bebernya.
Lebih lanjut, Enjat mengakui bahwa peran guru ngaji selama ini telah menjalankan fungsi pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
“Selama ini tenaganya dipinjam oleh negara untuk memberikan edukasi keagamaan di masyarakat, baru diberikan, diakui oleh negara, oleh Pemkab Bogor dalam hal ini. Syukur-syukur ke depan ditambah lagi harapannya besaran gajinya,” tutupnya. (Erwin)












