Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsTekno

Keren! IPB University Punya Stasiun Laut di Pulau Seribu, Ini Fungsinya

×

Keren! IPB University Punya Stasiun Laut di Pulau Seribu, Ini Fungsinya

Sebarkan artikel ini

Teknologi, BogorUpdate.com
IPB University kini memiliki stasiun laut di Pulau Seribu yang akan menjadi ruang belajar mahasiswa dan penelitian dosen dalam mewujudkan Agromaritim 4.0.

Bertepatan dengan Koordinasi Nasional (Konas) Pesisir X di Bentara Candi Bentar, Jakarta, Kamis (9/12/21), IPB University menerima Surat Keputusan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) untuk pendidikan dan penelitian.

Rektor IPB University, Prof Arif Satria menyampaikan bahwa dalam memajukan pesisir, ke depan kita harus mampu beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi 4.0. “Sehingga kepemimpinan pesisir harus dimulai dengan transformasi pola pikir, teknologi dan kolaborasi. Dengan dukungan kecerdasan buatan, kita bisa melihat kesehatan terumbu karang dan lainnya. Sedangkan kolaborasi adalah kuncinya karena sukses adalah networking,” ujar Prof Arif Satria.

Mengenai stasiun kelautan atau laboratorium agro-maritim, Prof Arif Satria menyampaikan bahwa inovasi adalah kunci dalam penguatan ilmu dan pengetahuan kelautan. Untuk itu, keberadaan dan kerjasama atau kolaborasi menjadi kunci keberhasilan laboratorium agro-maritim. Keberadaan laboratorium dapat menjadi ruang kolaborasi baru bagi pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengkajian Sumber Daya Pesisir dan Laut (PKSPL) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University, Dr Yonvitner menambahkan, fasilitas laboratorium budidaya laut mendukung program kampus mandiri.

“Selain itu, laboratorium ini juga menjadi ruang pendampingan dan pengembangan masyarakat. Selain sinergi, PKSPL akan menyiapkan penelitian strategis agro-maritim jangka panjang melalui lab penelitian budidaya laut,” tambahnya.

Pj Dirjen Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr. Pamuji Lestari menyampaikan Konas Pesisir X bisa menjadi momentum dalam mengawal ekonomi biru ke depan.

“Perekonomian tidak bisa berjalan jika ekologi rusak. Untuk itu perlu dirancang penangkapan ikan yang terukur, mengingat budidaya udang, lobster dan rumput laut berbasis ekspor,” ujar Pamuji Lestari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *