Cibinong, BogorUpdate.com – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk meningkatkan efisiensi penggunaan kendaraan dinas menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax.
Sastra menegaskan bahwa kendaraan dinas berpelat merah tidak diperbolehkan menggunakan Pertalite, sehingga lonjakan harga Pertamax harus direspons dengan langkah penghematan agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kami mengimbau seluruh ASN yang menggunakan kendaraan dinas agar lebih efisien dalam penggunaannya serta memanfaatkan alternatif transportasi apabila memungkinkan,” ujar Sastra di Cibinong, Selasa.
Menurutnya, efisiensi dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan kendaraan operasional, berbagi kendaraan saat bertugas, hingga menggunakan moda transportasi ramah lingkungan seperti sepeda. Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Bupati Bogor Rudy Susmanto yang mengajak ASN bersepeda ke kantor setiap hari Rabu.
Sastra menilai penghematan penggunaan kendaraan dinas menjadi langkah penting untuk mengantisipasi meningkatnya biaya operasional pemerintah akibat kenaikan harga BBM.
Selain mendorong efisiensi, DPRD Kabupaten Bogor juga mengusulkan agar pemerintah daerah mulai mengkaji penggunaan kendaraan listrik secara bertahap sebagai solusi jangka panjang.
Menurut Sastra, sejumlah kementerian dan lembaga pemerintah pusat telah memanfaatkan kendaraan listrik untuk menekan biaya operasional sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon.
“Kami akan mempelajari regulasi yang berlaku. Jika memungkinkan, penggunaan kendaraan listrik bisa diterapkan secara bertahap di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor,” katanya.
Ia menambahkan, Kabupaten Bogor telah memiliki pengalaman mengoperasikan bus listrik sehingga transisi menuju kendaraan listrik dinilai memiliki peluang yang cukup besar.
Sastra juga menyoroti potensi pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang diyakini dapat mendukung kebutuhan energi sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah Bogor Barat.






