Cibinong – Bogor Update
Proyek pembangunan hotel milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor yakni PT Sayaga Wisata terancam molor. Pasalnya, proyek yang menelan biaya miliaran rupiah dari APBD tersebut hingga kini belum ada bangunan yang berdiri.
Alhasil, banyak masyarakat dan pengusaha yang ada diperkantoran di Bumi Tegar Beriman mempertanyakan pembangunan hotel berbintang tiga milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tersebut.
Direktur PT Sayaga Wisata, Supriyadi Jufri mengatakan, pembangunan hotel yang nantinya akan dikelola pihaknya terkendala lahan. “Lokasi yang akan dibangun hotel tersebut sebenarnya bekas danau. Makanya proses pematangan lahan itu kemarin cukup lama,” ujar Jufri kepada wartawan, Rabu (28/3/18).
Ia menambahkan, akibat hal itu dirinya memperkirakan adanya keterlambatan perampungan pembangunan hotel. “Perkiraan saya, pembangunan bisa terlambat 30 hari,” ujarnya.
Lanjut dia, pembangunan yang menggunakan metode design and build melahirkan perubahan kontruksi gedung dari rencana awal.
“Ada pelonjakan estimasi biaya kontruksi dari perkiraan Rp 9 miliar kemungkinan bisa sampai Rp 15 miliar, sehingga mungkin berdampak dari pengurangan sisi arsitektur,” terangnya.
Ia menjelaskan, adanya pelonjakan pembiayaan dari perkiraan awal tersebut membuat jajaran direksi berembuk. “Ada pilihan yakni apakah bangunan dibuat bagus dulu tapi pendek atau dibikin tinggi terlebih dahulu. Kemarin itu, kami memutuskan bangunan harus jadi tapi dalamnya seperti interior ruangan yang dikurangi,” ungkapnya.
Tambah Jufri, bahwa pihaknya sempat berpikiran untuk mengajukan pinjaman ke bank karena penyertaan modal yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor masih jauh dari cukup.
“Penyertaan modal Rp 75 miliar. Rp 5 miliar untuk modal bisnis jasa perjalanan wisata dan beli tanah pemda Rp 20 miliar. Jadi untuk biaya pembangunan hotel hanya Rp 50 miliar. Sebetulnya kami butuh Rp 15 miliar lagi untuk beli tanah warga yang keberadaannya di belakang pembangunan hotel,” terangnya.
Sementara itu, Komisari PT Sayaga Wisata, Zainal Safrudin menerangkan, hotel tersebut merupakan salah satu unit bisnis pengembangan BUMD Sayaga Wisata.
“Unit bisnis PT Sayaga Wisata ada dua, yakni hotel dan jasa perjalanan wisata. Sehingga diharapkan nantinya bisa ada peluang-peluang untuk menarik investasi dengan kegiatan memiliki satu hotel,” kata Zainal.
Pria yang juga menjabat sebagai pengurus golf ini mengungkapkan, bahwa keberadaan hotel itu nantinya akan terintegrasi dengan stadion termegah yang dimiliki oleh Pemkab Bogor.
“Selain memang dibutuhkan, Pemkab Bogor ini punya Stadion Pakansari yang letaknya tidak jauh dari lokasi hotel. Bukan hanya itu, sering juga banyak tamu yang ke kantor-kantor Pemkab Bogor. Daripada menginap di Jakarta atau wilayah lain, lebih baik bermalam di Kabupaten Bogor dan disiapkanlah hotel Sayaga Wisata,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, bahwa pembayaran pengerjaan pihak ketiga dilakukan secara beberapa kali.
“Teknis dalam pendistribusian uang tidak diserahkan langsung kepada si pelaksana pembangunan hotel tapi sesuai dengan tahapan termin dan aturan main yang ada,” pungkasnya. (Ang)
Editor : Endi
