Ciampea, BogorUpdate.com – DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor akan menggelar Lomba Rakyat Demokrat Kabupaten Bogor pada Minggu, 23 Agustus 2026, di Lapangan YBDS, Kampung Mawar Asri, Desa Benteng, Kecamatan Ciampea.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 11.30 WIB ini dirancang berbeda dari perlombaan rakyat pada umumnya. Peserta akan berkompetisi dalam format tim lintas generasi, dengan setiap tim beranggotakan 12 orang yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan ibu-ibu.
Sebanyak sembilan permainan telah disiapkan, yakni Balap Karung, Bakiak Racing, Egrang Racing, Makan Kerupuk, Estafet Air Galon, Memindahkan Balon, Koin dalam Tepung, Menyuapi Ice Cream, serta Memindahkan Air Menggunakan Kaki. Rangkaian tersebut kemudian akan ditutup dengan Panjat Pinang sebagai Grand Finale.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor H. Dede Chandra Sasmita mengatakan, kegiatan tersebut bukan semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan masyarakat melalui aktivitas yang menyenangkan dan melibatkan berbagai kelompok usia.
“Kami ingin Lomba Rakyat Demokrat Kabupaten Bogor ini menjadi ruang kebersamaan. Anak-anak, remaja, ibu-ibu dan seluruh peserta dapat bermain, berkompetisi, sekaligus membangun kekompakan. Yang kami kedepankan bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi bagaimana masyarakat dapat merasakan semangat gotong royong dan kebersamaan,” ujar Dede Chandra Sasmita.
Menurutnya, format perlombaan secara tim memberikan tantangan tersendiri. Setiap anggota memiliki kemampuan dan karakter berbeda sehingga diperlukan komunikasi serta strategi agar dapat menyelesaikan setiap permainan dengan baik.
“Dalam satu tim ada beberapa generasi. Ada anak-anak, remaja dan orang dewasa. Mereka harus saling melengkapi. Yang kuat membantu yang lain, yang cepat mengambil peran di permainan tertentu, sementara yang memiliki ketelitian dan strategi juga sangat menentukan. Jadi ini benar-benar tentang bagaimana kita menjadi kuat bersama,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Lomba Rakyat Demokrat Kabupaten Bogor, Gita Purnama, yang juga merupakan Kepala Badan Komunikasi Strategis DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, menjelaskan bahwa konsep perlombaan sengaja dibuat dengan menggabungkan unsur kekompakan, kekuatan, kecepatan, ketelitian dan strategi.
“Kami ingin membuat perlombaan yang tidak hanya mengandalkan satu orang dalam sebuah tim. Karena formatnya 12 orang, setiap anggota harus memiliki peran. Tim harus menentukan siapa yang paling cocok untuk balap karung, siapa yang memiliki keseimbangan untuk egrang, siapa yang kompak untuk bakiak, dan siapa yang memiliki ketelitian untuk permainan lainnya,” ujar Gita.
Ia menambahkan, sistem pertandingan juga akan mendorong peserta untuk menyusun strategi sejak awal karena setiap permainan memiliki nilai yang akan dikumpulkan menjadi klasemen.
“Ada sembilan permainan yang menjadi rangkaian utama. Setiap permainan akan menghasilkan poin, sehingga tim masih memiliki kesempatan untuk mengejar ketertinggalan sampai permainan terakhir. Setelah itu, kita akan masuk ke Panjat Pinang sebagai Grand Finale,” jelasnya.
Gita menegaskan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama panitia karena kegiatan juga melibatkan peserta anak-anak usia 4 hingga 9 tahun.
“Karena ada anak-anak dalam setiap tim, kami menempatkan keselamatan sebagai prioritas. Permainan dan pembagian peserta akan disesuaikan dengan usia dan kemampuan. Kami ingin semua peserta pulang membawa pengalaman yang menyenangkan, bukan hanya membawa cerita tentang siapa yang menjadi juara,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk menghadirkan suasana perayaan kemerdekaan yang meriah sekaligus memperkuat interaksi antarmasyarakat.
“Pesan yang ingin kami bawa sederhana: satu tim, banyak generasi, satu semangat. Kita boleh berkompetisi dengan penuh semangat, tetapi tetap menjaga sportivitas, saling menghormati dan menikmati kebersamaan,” pungkas Gita. (Sep)












