Samsul Arifin, ketua PK PMII Universitas Djuanda, jadi korban jalan berlubang di Jl. raya Tegar Beriman, saat ini masih dirawat di RSUD Ciawi
Cibinong – Bogor Update
Ketua Pengurus Komisariat (PK) PMII Universitas Djuanda, Samsul Arifin menjadi korban kecelakaan tunggal akibat jalan berlubang di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Selasa (17/10/17) lalu, Akibatnya, korban mengalami patah tulang rahang dan wajah penuh luka dengan kondisi kendaraan rusak parah.
Peristiwa bermula ketika Samsul yang saat itu hendak berangkat menuju toko perlengkapan komputer, melintasi Jalan Raya Tegar Beriman di jalur lambat menuju ke arah Jalan Raya Bogor. Namun nahas, setibanya di depan Kantor DPD PKS sekira pukul 21.45 Wib, korban yang mengendarai motor Honda Vario bernopol F 4803 PT menghantam lubang hingga terjatuh seketika.
Beruntung Samsul yang masih sadarkan diri ditolong seketika oleh warga yang berada di lokasi kejadian. Hingga saat ini, korban pun masih terbaring lemah di RSUD Ciawi dalam kondisi kritis akibat kecelakaan tersebut.
“Tulang rahang patah, wajah penuh luka dan pada saat itu banyak mengeluarkan darah. Alhamdulillah saat ini sudah mendapatkan penanganan medis di RSUD Ciawi. Kondisi motor korban ya rusak parah,” kata rekan korban Andina.
Terpisah, Sekertaris Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Unida Sudrajat mengaku geram mendengar jalan di wilayah Ibu Kota Kabupaten Bogor menelan korban. Menurutnya, ini bukti nyata kegagalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor.
“Saya geram. Sangat kecewa karena salah satu sahabat saya Samsul Arifin jatuh dari motor karena jalan di sekitar Pemda Bogor rusak parah dan berlubang. Ini bukti bahwa kegagalan PUPR Kabupaten Bogor terutama kadisnya Pak Yani Hasan sudah jelas di depan mata jalan berlubang tapi didiamkan saja,” tegas Sudrajat.
Untuk itu, ia pun berencana akan menggugat Dinas PUPR Kabupaten Bogor agar kedepannya tidak ada lagi korban yang diakibatkan oleh jalan rusak maupun berlubang.
“Saya akan menuntut pihak PUPR. Sampai sahabat saya masuk rumah sakit dan di rawat di IGD. PUPR harus tanggungjawab atas kejadian ini. Dan segera bupati memanggil kepala dinas PUPR untuk di evaluasi. Karena hal ini jelas mengancam nyawa sahabat saya,” tegas Sudrajat. (Eff/Rah)
Editor: Tobing







