Bogor RayaHomeNews

Melalui KUR Perumahan, Kemiskinan Ekstrem dan Rutilahu di Kabupaten Bogor Diharapkan Teratasi

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait saat bertemu para pelaku UMKM Kabupaten Bogor di kawasan Cibinong. (Erwin | Bogorupdate)

Cibinong, BogorUpdate.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait optimis bisa mengatasi tingginya kemiskinan ekstrem dan banyaknya Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kabupaten Bogor melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.

Pria yang akrab disapa Ara itu menjelaskan, program tersebut diinisiasi Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor perumahan dengan memberdayakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Negara harus membuat program yang tepat sasaran buat UMKM. Maka, ini pertama kali dalam sejarah, Presiden Prabowo menyiapkan Rp 130 triliun KUR Perumahan,” ujar Ara kepada wartawan di Cibinong, Selasa, (4/11/25).

Ara menyebut, KUR Perumahan ditujukan kepada pelaku UMKM di sektor perumahan dan konstruksi agar memperoleh akses permodalan dengan bunga ringan.

Dalam hal itu, pemerintah nantinya akan memberikan subsidi bunga sebesar 5 persen dengan plafon modal hingga Rp 10 miliar dan omset maksimal Rp 50 miliar bagi kontraktor, pengembang, dan toko bangunan.

“Jadi ga usah ke rentenir lagi karena dengan KUR Perumahan itu 6 persen setahun, coba kalau ke rentenir sebulan bisa tinggi. Maka, negara harus hadir dan tidak boleh membiarkan rakyatnya kesulitan,” ucapnya.

Melalui program tersebut, Ara optimis nantinya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor perumahan serta industri pendukungnya.

“Bogor adalah Kabupaten terbesar di Indonesia, apalagi kemiskinan ekstrem terbesar ada di Kabupaten Bogor. Ini harus diselesaikan dengan cepat dan masif,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, KUR Perumahan juga diharapkan bisa membantu UMKM memiliki rumah layak huni dan sekaligus tempat usaha.

“Karena masih banyak rumah rakyat di Kabupaten Bogor yang tidak layak huni, maka Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada 2026 kami tingkatkan dua kali lipat dibanding tahun 2025 ini,” tutupnya. (Erwin)

Exit mobile version