Irianto, SH, Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barisan Monitoring Hukum (BMH)
BogorUpdate.com – Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barisan Monitoring Hukum (BMH) Irianto, SH yang juga Ketua Forum Gema Media Center Bogor (GMCB) yang terdiri dari media cetak dan media online mengalami hal yang tidak menyenangkan saat dirinya hendak menemui Guru dibagian bimbingan Penyuluhan (BP) Marlen di SMAN 1 Bogor, Jumat (23/11/18).
“Saat itu saya datang atas dasar anak yang bersekolah di sana dengan tujuan untuk menemui Bu Marlen, tetapi saya merasa dibuntuti oleh satpam dan pura-pura tidak tahu, akhirnya menuju ke ruangan kantor sekolah. Dikantor itu ternyata seperti rapat, saya urungkan niat saya dan menggunakan etika untuk tidak masuk, lalu kembali menemui Bu Marlen,” ujarnya kepada Bogorupdate.com, Senin (26/11/18).
Irianto menerangkan, ketika itu tiba-tiba keluar orang yang tidak dikenal yang ternyata setelah diketahui adalah Humas SMAN 1 Bogor. Dia menghampiri dengan nada tinggi lalu menanyakan, “apa mau menemui kepala sekolah,” tanya orang tersebut dengan ketus.
“Saya jawab tidak, karena memang tujuan saya ke Bu Marlen, kenapa juga Humas itu dengan nada tinggi dan terkesan memaksa menyuruh masuk ke ruang kantor, tanpa sebuah senyuman namun dengan muka yang tegang, sungguh aneh,” jelasnya.
Dia menambahkan, kembali terjadi kejadian yang aneh, setelah dia meninggalkan area ruang kantor SMAN 1 Bogor dan hendak menuju ruangan BP menemui Bu Marlen, dirinya terperanjat dengan suara memanggil dirinya dan orang tersebut seperti mengenali dia.
“Kenal nama Gumay dan ada apakah dengan SMAN 1 Bogor,” tanya orang itu dengan nada tegas. Saya menjawab, memang ada apa dengan SMAN 1 Bogor? namun orang tersebut dengan nada mulai diturunkan mengatakan, titip SMAN 1 Bogor disini ada anak saya (Gumay-Red), spontan saya menjawab, anak saya juga bersekolah disini,” tutur Irianto.
Lanjutnya, dari SMAN 1 Bogor dirinya menuju Balaikota Bogor. Penasaran dengan nama Gumay, didapatkan informasi dari beberapa wartawan, bahwa orang tersebut pernah bertugas di Kota Bogor dan kini berpangkat perwira tinggi bintang 1 di Kabinda Kepri, Polda Riau.
“Malah santer adanya informasi saat peletakan batu pertama gedung 4 lantai SMAN 1 Bogor, pihak sekolah SMAN 1 Bogor agar jangan takut pada siapapun jika ada yang menanyakan perihal pembangunan, karena ada pihak Dinas Propinsi Jawa Barat dan aparat yang siap memback Up,” tandas Irianto.
Irianto menilai, jika memang ada oknum aparat yang memback Up, dinilai telah mencederai martabat dan marwah etika profesi dan Disiplin Krops Tibrata, padahal pembenahan lembaga yang profesional sedang gencar dilakukan Kapolri yang baru. Undang- undang No.2 tahun 2002 tentang Kepolisian RI, juga PP. No.2 tahun 2003 telah nyata menanamkan disiplin pada jiwa personil Polri tanpa pandang bulu pada level jabatan dan kepangkatan apapun. (Rie)
Editor : Tobing
