Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomePemerintahan

Miris… Tanjungsari Masih Terisolir, Kinerja Pemerintah Setempat Dipertanyakan

×

Miris… Tanjungsari Masih Terisolir, Kinerja Pemerintah Setempat Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

Tanjungsari – Bogor Update

Hidup diperbatasan selalu sangat memprihatinkan. Seperti yang terjadi di Desa Buana Jaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Selain dipenuhi rumah tidak layak huni, sejumlah ruas jalan di desa yang berbatasan dengan cianjur tesebut rusak parah. Jangankan aspal, untuk jalan beralaskan batu pun masih jarang. Bahkan jalan di samping kantor desanya pun lebih mirip kali.

Namun, berbeda jauh, justru jalan menuju pemakaman yang hanya berjarak 200 meter dari kantor desanya itu lebih mulus ketimbang akses jalan umum bagi warga.

“Jalan di desa Buana Jaya masih hancur. Kalau hujan sudah kaya sungai saja. Batunya masih pada besar-besar. Apalagi ini yang di samping kantor Desa (buana jaya.red) juga batu semua, dikampung-kampung. Masih tanah merah kebanyakan,” Keluh Amir (38) warga sekitar.

Hal senadapun dikeluhkan Hendra (25) pria berbadan tambun itu mengaku bahwa desa buana jaya jauh tertinggal dengan desa-desa lain yang ada di kabupaten bogor. Padahal di Desa Buana Jaya terdapat pemakaman Elit nan mahal. Namun warganya masih jauh dari sejahtera.

“Jujur jauh tertinggal dengan desa-desa lain. jalan yang merupakan roda perekonomian hancur seperti ini. gimana ada angkutan yang mau masuk kesini kalau kondisi jalan seperti ini. jadi gak heran sampai sekarang tidak ada angkutan untuk warga. Dan perusahaan yang sudah berdiri selama lebih tujuh tahun tidak memberikan manfaat. Faktanya, jalan yang bagus hanya ke pemakaman saja. Ketempat orang hidup malah ambradul,” kesalnya.

Sementara itu, LPM Desa Buana Jaya, Maman membenarkan bahwa jalan di desanya masih banyak tanah merah. Ia pun mengaku jalan menuju pekuburan elit itu jauh lebih mulus ketimbang jalan menuju kampung-kampung didesanya. “memang jalan masih jauh dari layak kalau disini.  Sedangkan untuk APBDES dari PT Nirwana (quiling) setahu saya hanya sekitar 300 ribuan perbulan,” tandasnya. (Ji/Sep)

 

Editor: Endi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *