Cileungsi, BogorUpdate.com – Pemerintah Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-47 tingkat kecamatan yang diikuti oleh 12 desa se-Kecamatan Cileungsi.
Kegiatan berlangsung meriah dengan diawali pawai ta’aruf yang menampilkan beragam kreasi dan inovasi dari masing-masing desa.
Camat Cileungsi, Adi Hendryana, mengungkapkan rasa syukur atas partisipasi penuh masyarakat dalam gelaran MTQ tahun ini.
“Alhamdulillah, MTQ ke-47 ini diawali dengan pawai taaruf yang cukup meriah, seluruh desa hadir dan menampilkan kreativitasnya. Saat ini juga sedang berlangsung perlombaan di lima cabang yang dilombakan. Mudah-mudahan seluruh rangkaian bisa selesai hari ini dengan lancar,” ucap Adi Hendryana kepada Bogorupdate.com.
Lebih dari 70 peserta ikut berkompetisi dalam berbagai cabang, mulai dari tartil Qur’an, hifzhil Qur’an tingkat anak-anak dan remaja, tilawah, hingga kaligrafi. Selain itu, pawai taaruf yang diikuti oleh 12 desa juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Menurut Adi Hendryana, MTQ tidak hanya sekadar perlombaan, melainkan menjadi sarana syiar Islam agar nilai-nilai Al-Qur’an semakin meresap hingga pelosok desa.
“Tema MTQ kali ini adalah mewujudkan masyarakat yang cinta Al-Qur’an. Harapannya melalui kegiatan ini, syiar Islam bisa menyentuh seluruh lapisan masyarakat, sampai ke RT dan RW paling dalam. Pada akhirnya, cita-cita mewujudkan Kabupaten Bogor yang istimewa dan gemilang bisa tercapai,” jelasnya.
Terkait para pemenang, Camat menegaskan bahwa juara pertama di tingkat kecamatan akan diproyeksikan mengikuti MTQ tingkat Kabupaten Bogor. Namun demikian, pihaknya tetap mengedepankan standar kualitas.
“Dewan hakim kita ada yang berasal dari Kabupaten Bogor. Jadi meskipun juara satu di tingkat kecamatan, bila belum memenuhi standar kabupaten biasanya tidak kita kirim. Yang kita kirim harus benar-benar layak di tingkat kabupaten bahkan provinsi,” ungkapnya.
Selanjutnya Adi Hendryana berharap, MTQ tingkat kecamatan ini dapat terus digelar secara konsisten setiap tahun dengan melibatkan seluruh desa. Dengan begitu, semangat cinta Al-Qur’an dapat semakin mengakar kuat di tengah masyarakat Cileungsi. (Gus)
