Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Mulyadi: Bobibos Siap Diluncurkan, Harga Lebih Murah dari BBM Fosil dan Berpotensi Hemat Devisa Negara

×

Mulyadi: Bobibos Siap Diluncurkan, Harga Lebih Murah dari BBM Fosil dan Berpotensi Hemat Devisa Negara

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI, Mulyadi. (Agus | Bogorupdate)

Jonggol, BogorUpdate.com – Inovasi bahan bakar nabati Bobibos terus mendapatkan perhatian luas dari masyarakat Indonesia bahkan hingga mancanegara. Hal tersebut disampaikan oleh Mulyadi, penggagas Bobibos, yang mengungkapkan bahwa antusiasme publik semakin tinggi sejak uji coba Bobibos menunjukkan hasil positif.

Menurut Mulyadi, banyak warga yang meminta agar Bobibos segera diluncurkan ke publik karena dinilai mampu menjadi alternatif energi yang lebih aman, ramah lingkungan, dan terjangkau.

“Warga sudah banyak melihat keunggulan Bobibos dan ingin segera diluncurkan. Karena ini menyangkut kepentingan orang banyak, mulai dari keselamatan, kebijakan harga, hingga pendistribusian, hari ini kami terus intens berkoordinasi dengan pihak pemerintah,” ujar Mulyadi.

Ia menegaskan bahwa pihaknya siap memulai produksi massal dan melakukan distribusi nasional, namun tetap harus mengikuti regulasi pemerintah.

“Negara ini harus diatur dengan regulasi. Kami mengikuti aturan yang berlaku. Biasanya ada peraturan menteri terkait penetapan harga. Yang pasti, harga Bobibos jauh lebih murah dibandingkan BBM berbasis fosil,” jelasnya.

Tidak hanya dari dalam negeri, Bobibos juga menarik minat internasional. Mulyadi menyebut ada beberapa pihak dari luar negeri yang sudah menghubunginya.

“Antusiasme datang dari Sabang sampai Merauke. Bahkan ada 4 sampai 5 negara yang meminta bisa bekerja sama. Ada dari Eropa dan Asia. Mereka menanyakan harga dan potensi kerja sama,” ungkapnya.

Lebih jauh, Mulyadi menjelaskan bahwa penggunaan Bobibos berpotensi menghemat devisa negara. Ia memaparkan, Indonesia setiap hari harus mengimpor kebutuhan energi sebesar 1 hingga 1,2 juta barel, sehingga belanja devisa negara sangat besar.

“Dengan Bobibos, kita berharap bisa mengurangi ketergantungan impor energi. Saat masyarakat menggunakan Bobibos sekian persen saja, itu sudah memberi kontribusi besar terhadap penghematan APBN,” katanya.

Selain lebih murah, Bobibos disebut ramah lingkungan karena berbahan dasar nabati serta mampu meringankan beban biaya transportasi masyarakat.

“Inilah kontribusi nyata kami. Ramah lingkungan, lebih terjangkau, dan Insyaallah membantu ekonomi masyarakat,” tutur Mulyadi.

Selanjutnya Ia menambahkan bahwa uji coba Bobibos juga telah dilakukan bersama sejumlah pihak, termasuk dari kementerian terkait, dan semuanya menunjukkan hasil yang baik.

Dengan antusiasme masyarakat yang terus meningkat serta kesiapan produksi dari pihak pengembang, Bobibos kini hanya menunggu regulasi final sebelum resmi diluncurkan sebagai energi alternatif nasional. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *