Jonggol, BogorUpdate.com – Anggota DPR RI, Mulyadi menegaskan bahwa inovasi bahan bakar nabati Bobibos telah mengantongi berbagai legalitas penting sebelum resmi diluncurkan.
Hal tersebut ia sampaikan untuk meluruskan berbagai keraguan publik mengenai kesiapan dan keabsahan produk energi ramah lingkungan asal Jonggol tersebut.
Menurut Mulyadi, Bobibos telah memiliki tiga dasar legalitas utama yang menjadi syarat sebelum masuk tahap produksi massal.
“Pertama, kami sudah mengantongi paten terhadap merek Bobibos. Kedua, inovasi ini juga telah dibuatkan API (Aplikasi Paten Inovasi) sehingga memiliki dasar hukum yang jelas,” ucap Mulyadi kepada Bogorupdate.com, Kamis (20/11/25).
Yang paling krusial, kata Mulyadi, adalah hasil uji kualitas bahan bakar.
“Per tanggal 6 Oktober, kami sudah mengantongi hasil laboratorium resmi untuk menguji kualitas bahan bakar Bobibos. Hasil ini ditandatangani langsung oleh pejabat-pejabat di N-Migas, lembaga di bawah Kementerian ESDM yang memiliki kewenangan menerbitkan standar dan kualitas uji laboratorium,” jelasnya.
Selanjutnya Mulyadi mengungkapkan, alasan dirinya meluncurkan Bobibos pertama kali di wilayahnya sendiri bukan tanpa pertimbangan.
“Saya ini sudah tiga periode di DPR, saya tahu persis kesulitan masyarakat karena saya orang kampung. Maka solusi harus dimulai dari kampung sendiri. Launching ini untuk kepentingan masyarakat di dapil,” ujarnya.
Saat ini, tim Bobibos tengah mendesain kebutuhan produksi dan konsumsi di tingkat daerah. Namun gaungnya sudah meluas dan menarik perhatian publik serta berbagai pemangku kebijakan nasional.
Lebih lanjut Mulyadi menyebut, inovasi Bobibos mendapat respons luas dari berbagai kalangan.
“Saya diundang oleh Menteri Bappenas, bahkan ada perwakilan dari lembaga internasional yang datang bersilaturahmi. Saya juga dipanggil untuk presentasi di Jalan Antara bersama direksi Pertamina,” ungkapnya.
Ia optimistis inovasi ini akan sampai ke telinga Presiden RI. “Saya yakin beliau sudah mendengar. Tapi tentu keputusan tidak boleh diambil secara terburu-buru, harus melalui kajian menyeluruh.”
Menurut Mulyadi, keraguan masyarakat wajar muncul karena pernah terjadi kasus serupa di masa lalu.
“Mungkin ada kekhawatiran seperti kasus blue energy dulu. Tapi Bobibos ini berbeda. Kami hadirkan bukti ilmiah, legalitas, dan uji laboratorium resmi,” tegasnya.
Kerja sama Bobibos juga melibatkan banyak pihak, termasuk akademisi dan lembaga teknis.
“Kami bekerja bersama HPSDM dan lembaga terkait untuk memastikan bahwa Bobibos bisa diproduksi dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.”
Mulyadi menambahkan, komunikasi dengan berbagai pihak di Senayan pun sudah berjalan.
“Saya sudah komunikasi dengan teman-teman di Komisi VII, yang bermitra langsung dengan Kementerian ESDM. Mereka menyambut baik dan mengapresiasi inovasi ini. Bahkan salah satu lembaga resmi yang bertugas menguji energi menghadirkan Bobibos di TV nasional.”
Mulyadi menutup dengan menegaskan bahwa Bobibos hadir sebagai jawaban atas kebutuhan energi alternatif yang aman, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan ini bukan sekadar wacana. Bobibos hadir sebagai solusi nyata, dengan legalitas lengkap dan proses ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.” pungkasnya. (Gus)
