Bogor RayaHomeNewsPemerintahan

Nah Loh! Betonisasi Desa Cikutamahi Cariu yang Rusak Parah Bakal Ditinjau, Achmad Fathoni: Harus Dipertanggungjawabkan

Kondisi jalan Rabat beton Desa Cikutamahi Kecamatan Cariu yang rusak parah dan dikeluhkan warga. (Ist)

Cariu, BogorUpdate.com – Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni menyoroti terkait adanya pengerjaan betonisasi jalan Desa Cikutamahi, Kecamatan Cariu yang diduga tidak sesuai spesifikasi lantaran rusak parah.

Achmad Fathoni mengaku sudah mengadukan keluhan masyarakat Desa Cikutamahi, ke Dinas Pemberdayaan masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor sebagai liding sektor pengawasan Desa kegiatan Desa.

“Itu sudah saya teruskan ke DPMD karena DPRD yang punya domain ya untuk pengawasan,” ungkapnya kepada bogorupdate.com, Senin (4/9/23).

Fathoni yang duduk di Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor yang mengurusi persoalan pembangunan itu menegaskan, akan turun langsung kelokasi betonisasi jalan yang menggunakan anggaran milik masyarakat ersebut.

“Kepada pak Camat saya telah sampaikan saya akan turun saya belum cek lagi lokasinya,” tegasnya.

Sebab pengerjaannya, lanjut Politisi PKS ini, betonisasi jalan yang menggunakan anggaran pemerintah harus ada ketentuan dan pertanggungjawaban terhadap masyarakat.

“Anggaran yang menggunakan uang pemerintah mestinya ada pertanggungjawaban dan bila ada kesalahan harus ada sanksinya,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Pembangunan betonisasi di kampung Tonjong, RT 06 RW 03, Desa Cikutamahi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, rusak parah. Bahkan, bebatuan yang menjadi material beton sampai berhamburan di sepanjang jalan tersebut.

Pembangunan rabat beton yang dibangun menggunakan anggaran dana Desa (DD) dengan panjang 162 meter lebar 2 meter tinggi 0,12 cm Rp 87.518.000 dan dikerjakan tim pelaksana kegiatan (TPK) itu dikeluhkan oleh masyarakat.

Rohman salah satu warga yang mengeluhkan pembangunan jalan tersebut mangaku sangat kecewa dengan pembangunan jalan betonisasi yang berada tepat didepan rumahnya. Pembangunan yang baru selesai beberapa bulan lalu itu, selain alami kerusakan, juga mengeluarkan debu.

“Ya bapak bisa lihat sendiri selain rontok ngebul terlihat dari kerikil yang berhamburan kemana-mana,” akunya kepada BogorUpdate.com saat ditemui di lokasi, Rabu (30/8/23).

Menurutnya, dengan kejadian tersebut dikhawatirkan timbul penyakit, sebab lantai dan halaman rumahnya berdebu ditambah di musim kemarau.

“Saya gak pernah nongkrong diluar rumah ngebul takut kena penyakit bengek,” kesalnya.

Rohman juga menyebut, bahwa pihak pemerintah Desa (pemdes) Cikutamahi pernah datang langsung dan akan ada perbaikan pengerjaan.

“Ada pak lurah kesini katanya mau ditambah lagi 5 centimeter buat perbaikan,” sebutnya.

Senada Abah Abay, warga sekitar saat ditemui dilokasi juga meminta kepada pihak terkait untuk dapat mempertanggungjawabkan pekerjaan betonisasi jalan yang diduga asal-asalan tersebut

“Ya saya minta diperbaiki. Sebab itu mengganggu aktivitas masyarakat disini takutnya kan timbul penyakit pernapasan,” pintanya.

Terpisah, TPK Cikutamahi Saepudin menyebut kesalahan mutlak dari pihak plan penyuplai beton, sebab menurutnya pemesanan sesuai spek yaitu K 250.

“Ya sesuai pemesanan mah K 250 infonya pihak plan akan bertanggung jawab,” katanya.

Saepudin pun telah menduga bahwa hasil pengecoran tidak maksimal dan akan menimbulkan masalah sebab dari kualitas pasir menurutnya kadar lumpur terlalu tinggi.

“Dari awal pengecoran saya sudah duga bakal seperti itu (hancur) karena dipasir kadar lumpurnya terlalu tinggi,” tukasnya.

Exit mobile version