Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNewsPendidikan

Pantau Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Cigombong, Ini Kata Ade Yasin

×

Pantau Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Cigombong, Ini Kata Ade Yasin

Sebarkan artikel ini

Pendidikan, BogorUpdate.com
Bupati Bogor Ade Yasin, pantau langsung uji pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDIT Alfatih Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor, sebelum membuka kegiatan Rebo Keliling (Boling) di Kecamatan Cigombong, Rabu (17/3/21). Itu dilakukan untuk memastikan Protokol Kesehatan (Prokes) dijalankan dengan baik oleh pihak sekolah dan para siswa.

Ade Yasin menjelaskan, satu tahun kegiatan pembelajaran di Kabupaten Bogor dilakukan secara berani. Uji coba pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) lakukan di 170 sekolah yang lolos pengungkit PTM atau empat persen dari 4.237 sekolah di Kabupaten Bogor, dengan rincian SD 29, MI 24, SMP 28, MTs 18, SMA 32, SMK 32, dan 7 MA. Banyaknya permintaan pihak sekolah dan para tua siswa untuk melaksanakan PTM, itu menjadi dasar uji coba PTM dilakukan di Kabupaten Bogor.

“Pandemi covid-19 kita tidak tahu kapan akan berakhir, uji coba ini harus kita lakukan tentunya dengan Prokes ketat. Tadi saya lihat secara langsung Prokesnya sudah dijalankan dengan baik, seperti jarak, pakai masker, pakai pelindung wajah dan sarung tangan dilakukan oleh siswa dan guru. Bahkan pas masuk anak-anak harus melewati Prokes yang ketat,” ujar Bupati.

Lanjut Ade, uji coba pelaksanaan PTM di Kabupaten Bogor akan dilaksanakan selama satu bulan kedepan. Untuk waktu kegiatan belajar mengajar maksimal dua jam dalam kelas. Jika uji coba berhasil, sukses dan aman tanpa menimbulkan kluster baru dari PTM, uji coba akan diperpanjang, untuk itu pihaknya akan terus melakukan evaluasi bersama seluruh unsur, baik itu Disdik Kabupaten Bogor, Kantor Cabang Dinas (KCD) wilayah I, dan Kemenag.

“Kalau berhasil kita akan perpanjang waktunya, jumlah sekolahnya juga akan kita tambah, tentunya bagi sekolah yang lolos pengungkit. Saat ini cukup banyak sekolah yang mengajukan untuk melaksanakan PTM, kita akan pengungkit bersama dengan tim,” katanya.

Kata Bupati, penerapan penerapan Prokes yang ketat, pemberian vaksin kepada tenaga pendidik, larangan buka kantin sekolah, himbauan agar masing-masing siswa yang membawa dan minum, serta tidak menerima tamu dari luar sekolah, menjadi salah satu upaya untuk mencegah adanya penyebaran Covid- 19 kegiatan PTM.

“Selama proses PTM para siswa tidak lepas lepas masker, tidak boleh jajan diluar, dan 75 persen tenaga pendidik dipastikan sudah divaksin. Ini kita lakukan untuk memastikan mereka aman saat mengikuti pelaksanaan PTM. Saya juga tidak mengizinkan sekolah untuk membuka akses luar. Yang tidak perlu, sebaiknya tidak dilakukan,” tegas Ade.

Menurutnya, untuk sekolah yang melaksanakan PTM, metode pembejalaran secara berani masih boleh dilakukan untuk mendukung kriteria ada orang tua siswa yang tidak mengijikan anaknya untuk mengikuti PTM di sekolah.

“Meskipun ada orang tua tidak mau anaknya ikut sekolah tatap muka boleh berani. Jadi ada dua metode pembelajaran, walaupun tidak tatap muka, daring masih bisa dilaksanakan bagi meraka yang ingin berani,” tukasnya. (bu/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *