Scroll untuk baca artikel
Bogor RayaHomeNews

Penantian 21 Tahun, Satpam Honorer di SDN 07 Bojonggede Akhirnya Dilantik Jadi PPPK Paruh Waktu

×

Penantian 21 Tahun, Satpam Honorer di SDN 07 Bojonggede Akhirnya Dilantik Jadi PPPK Paruh Waktu

Sebarkan artikel ini
Suradi, seorang satpam honorer di SDN 07 Bojonggede yang resmi dilantik jadi PPPK Paruh Waktu. (Erwin | Bogorupdate)

Cibinong, BogorUpdate.com – Seorang Satpam honorer bernama Suradi (57) yang bekerja di SDN 07 Bojonggede resmi dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Kabupaten Bogor, Jumat, (14/11/2025).

Suradi menjelaskan, dirinya sudah menunggu selama 21 tahun untuk bisa menjadi PPPK Paruh Waktu.

“Alhamdulillah gembira dan bersyukur, saya menunggu selama dari tahun 2004. Intinya bangga banget karena saya kan penjaga sekolah (satpam),” ujar Suradi kepada wartawan usai pelantikan PPPK Paruh Waktu di Stadion Pakansari.

Suradi meyebut, penantiannya selama 21 tahun tersebut terwujud berkat doa dan ikhtiarnya yang tidak pernah berhenti dalam mengabdi menjadi seorang satpam sekolah.

“Saya sangat menginginkan paruh waktu ini, walaupun kita kan di pendidikan gitu ya,” paparnya.

Usai resmi dilantik sebagai PPPK Paruh Waktu, Suradi berharap nantinya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bisa lebih mensejahterakan tenaga pendidik di Bumi Tegar Beriman.

“Harapannya lebih disejahterakan aja tenaga pendidik, saya berjuang dari tahun 2004,” tandasnya.

Sekadar informasi, Pemkab Bogor melakukan pelantikan terhadap 9.687 PPPK Paruh Waktu di Stadion Pakansari.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan bahwa pelantikan dengan jumlah 9.687 PPPK Paruh Waktu itu menjadi yang terbesar di seluruh Indonesia.

“Pelantikan pengukuhan PPPK Paruh Waktu di Pemkab Bogor sejumlah 9.687 pegawai ini merupakan pelantikan terbesar tingkat Kabupaten/Kota se-Indonesia,” tutur Rudy Susmanto.

Usai pelantikan, Rudy menekankan pentingnya integritas kepada PPPK Paruh Waktu serta menghindarkan diri dari perbuatan tercela.
‎
‎”Mari berjuang membangun Kabupaten Bogor bersama-sama, kita tidak akan pernah melupakan perjuangan ini. Kita tidak akan lupa setetes keringat untuk membangun Kabupaten Bogor adalah bagian perjuangan dan tentunya APBD Kabupaten Bogor bersumber dari rakyat dan digunakan oleh rakyat untuk kepentingan seluruh rakyat,” tutupnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *