Cileungsi, BogorUpdate.com
Banyaknya keluhan terkait pengerjaan Penataan Persimpangan Pembuatan Pedestrian ruas jalan Provinsi Jawa Barat Narogong – Cileungsi, yang dikerjakan oleh PT Karya Raditama Perkasa, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cileungsi adakan sosialisasi di Aula Kantor Kecamatan Cileungsi, Rabu (18/8/21).
Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Muspika Cileungsi, Kepala Seksi UPTD 1 Provinsi Jawa Barat, Kontraktor, PLN, PGN, PDAM, Telkom, pemilik Viber Optik, Rt dan Rw serta perwakilan dari warga setempat.
Camat Cileungsi, Adhi Nugraha dalam sambutannya menyampaikan keluhan dari warga atas dampak yang terjadi akibat pengerjaan proyek milik Pemerintah Provinsi tersebut. Selain mengakibatkan kemacetan, warga meminta agar pengerjaan gorong – gorong bisa mengatasi banjir yang selama ini menghantui warga Cileungsi ketika hujan tiba.
“Kami kecamatan memfasilitasi kegiatan sosialisasi proyek pelebaran jalan di jalan narogong-cileungsi agar setiap proses tahapan kegiatan tersampaikan kepada masyarakat, terkoordinasikan dengan baik dengan semua pihak dan pelaksanaannya tidak ada hambatan,” papar Camat.
Sementara itu, Kepala Seksi UPTD 1 Provinsi Jawa Barat, Ayi Gunari mengatakan pengerjaan Proyek dengan biaya RP 4.799.191.390,82 yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat itu terkendala adanya Jaringan Utilitas milik Provider dan PLN serta Gas yang menanam kabel dengan kedalaman yang sangat minim. Dari izin yang diberikan, kedalaman pemasangan utilitas adalah 1.5 meter, namun banyak ditemukan kabel di kedalaman 40 cm sampai 50 cm saja.
“Kalau untuk pengerjaan masih terkendala dengan jaringan utilitas dengan kedalaman dangkal hanya 40 cm. Kalau sesuai dengan izin yang ditentukan gak akan ada masalah pengerjaannya. Ini pas di gali ada kabel sedangkan pemasangan udit sedalam 1 meter,” kata Ayi kepada Bogorupdate.com disela sela kegiatan sosialisasi yang diadakan Muspika Kecamatan Cileungsi.
Ayi menambahkan, meski begitu pengerjaan akan terus dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan pemilik utilitas yang menghambat pekerjaan. Hal itu dilakukan agar segera dilakukan relokasi agar tidak mengganggu pengerjaan proyek dan tidak mengakibatkan dampak yang buruk saat pelaksanaan kegiatan.
“Kalau untuk pengerjaan akan tetap kita lakukan sambil berkoordinasi dengan pemilik kabel baik PLN, Telkom, Provider dan PGN karena ada pipa gas yang membentang di lokasi pengerjaan,” paparnya.
Terkait permintaan warga agar tidak terjadi kemacetan dan banjir, pihaknya akan menggandeng Kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk membantu mengatur arus lalulintas agar tidak terjadi kemacetan yamg berkepanjangan. Selain itu diharapkan dengan adanya proyek itu, banjir yang selama ini terjadi di persimpangan Rawahingkik, Kecamatan Cileungsi tersebut bisa teratasi. “Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Dishub agar tidak terjadi kemacetan yang panjang,” pungkasnya.
Kanit Lantas Polsek Cileungsi, AKP Asep Saepudin menyayangkan pihak kontraktor yang belum melakukan sosialisasi sebelum adanya kegiatan proyek tersebut. Padahal pengerjaan sampai saat ini sudah berjalan selama 8 hari kerja. Dengan begitu, penguraian kemacetan tidak bisa dilakukan secara maksimal karena tidak didampingi oleh pihak Kepolisian lantaran belum adanya pemberitahuan.
“Yang disayangkan baru dirapatkan setelah adanya pengerjaan, sehingga teknis pelaksanaan pengaturan lalu lintas belum direncanakan dan alhasil dapat menimbulkan kemacetan,” ungkap AKP Asep Saepudin.
Namun begitu Polsek Cileungsi mendukung proyek peningkatan dan pelebaran jalan pemerintah dengan adanya pertemuan saat ini pihak kepolisian akan menurunkan personelnya untuk melakukan pengaturan lalulintas dengan meminta bantuan kepada dishub karena personel lalulintas polsek Cileungsi terbatas.
“Pihak kontraktor harus memasang rambu lalulintas atau pemberitahuan kepada pengendara minimal 100 meter sebelum lokasi pengerjaan agar tahu penyebab kemacetan yang terjadi,” pintanya
Sementara itu Sekdes Cileungsi, Supendi mengatakan warga belum diberikan sosialiasi terkait proyek itu. Selain itu warga mengingatkan adanya pipa gas dan kabel harus dirapihkan agar tidak ada dampak seperti kebocoran Gas.
“Kami harap dirapihkan dan sodetan itu dan dilebarkan karena setiap hujan turun pasti banjir sampai setengah ban motor. Ke dua ada drainase harapannya di perumahan cileungsi hijau banjir, dengan adanya drainase bisa mengurangi debit air ke perum tersebut karena debitnya dari banyak arah,” pintanya.
Dia menambahkan, sebelumnya Warga Rawahingkik tikungan mengeluhkan terkait banjir yang terjadi saat hujan turun karena salurannya tidak benar. Selain itu ada tumpukan sampah di gorong gorong karena tersendat kabel, karena aliran dari arah limus dan dayeuh bermuara di Rawahingkik dan menimbulkan kebanjiran sampai ke Perumahan Cileungsi Hijau.
“Kami sekali lagi berterimakasih dengan adanya proyek tersebut mudah mudahan bisa menjadi solusi kebanjiran yang terjai,” pungkasnya.
(Jis/Bing)






