Kota Bogor, BogorUpdate.com – Semangat menuntut ilmu memang tidak mengenal batas usia. Hal itu dibuktikan oleh Hosain Bin Bahari, warga negara Singapura yang berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Agama Islam, Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor pada Wisuda ke-82 yang digelar di Puri Begawan, Kota Bogor, Rabu (29/7/2026).
Di usianya yang telah menginjak 78 tahun, Hosain tercatat sebagai lulusan tertua dalam prosesi wisuda tersebut. Di tengah ratusan wisudawan dan wisudawati lainnya, kehadirannya menjadi simbol bahwa semangat belajar, berkarya, dan mengembangkan diri tidak pernah dibatasi oleh usia.
Perjalanan akademik Hosain dimulai pada tahun 2021, ketika pandemi Covid-19 masih melanda dunia. Di tengah berbagai keterbatasan proses pembelajaran, ia tetap menunjukkan komitmen tinggi untuk menyelesaikan pendidikannya. Setelah menempuh studi selama lebih dari empat tahun, ia akhirnya berhasil menyandang gelar sarjana.
Sebagai salah satu syarat kelulusan, Hosain mempresentasikan mini project dalam Sidang Munaqasah berjudul “Islamic Family Education and Environmental Protection: Hifz al-Bi’ah Practices among Muslim Households in Singapore.” Penelitian tersebut dibimbing salah satunya oleh Dr. Budi Susetyo.
Riset tersebut melibatkan 110 responden dari kalangan keluarga Muslim di Singapura. Penelitian itu mengkaji hubungan antara pendidikan Islam, khususnya konsep Hifẓ al-Bī’ah atau pelestarian lingkungan, dengan perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai Hifẓ al-Bī’ah di lingkungan keluarga Muslim Singapura diperkuat oleh ajaran Islam, seperti konsep khalifatullah fil ardh (manusia sebagai pemakmur bumi), amanah (tanggung jawab), ihsan (berbuat sebaik-baiknya), serta larangan isrāf atau hidup berlebihan.
Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui berbagai kebiasaan positif, seperti menghemat penggunaan air dan energi, memilah sampah, mendaur ulang limbah rumah tangga, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Penelitian itu menyimpulkan bahwa ajaran Islam memiliki peran penting sebagai landasan moral dalam membangun budaya hidup ramah lingkungan di tengah masyarakat Muslim Singapura.
Usai mengikuti prosesi wisuda, Hosain mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan tinggi di usia yang tidak lagi muda. Menurutnya, belajar merupakan proses sepanjang hayat yang tidak boleh berhenti hanya karena faktor usia.
“Jangan pernah berhenti belajar. Usia bukan penghalang untuk menuntut ilmu. Selagi masih diberi kesempatan dan kesehatan, teruslah belajar, berkarya, serta manfaatkan ilmu untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjaga lingkungan,” ujar Hosain.
Selain mengajak masyarakat untuk terus belajar, Hosain juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda, terutama Generasi Z, agar menjadikan akhlak sebagai fondasi utama sebelum mengejar ilmu pengetahuan.
“Utamakan beradab baru berilmu,” pesan Hosain Bin Bahari.
Menurutnya, kecerdasan yang dibarengi adab akan melahirkan ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa, maupun lingkungan.
Kisah Hosain Bin Bahari menjadi bukti nyata bahwa tekad, disiplin, dan semangat belajar mampu melampaui batas usia. Perjalanan akademiknya diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas bahwa pendidikan merupakan investasi sepanjang hayat yang dapat melahirkan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa sekaligus mendorong kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. (Abizar)










