Bogor RayaHomePolitik

Presidium BEM PTM Zona 3 Nilai Debat Calon Bupati Bogor “Ngawur”

Iksan Awaludin, Presidium Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Zona 3 yang meliputi DKI, Jawa Barat dan Banten

Bogor – Bogor Update

Presidium Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Zona 3 yang meliputi DKI, Jawa Barat dan Banten, Iksan Awaludin menilai debat calon bupati dan calon wakil bupati Bogor yang digelar KPU bekerjasama dengan salah satu stasiun televisi swasta di Cibinong, Rabu 9 Mei 2018 itu gagal fokus.

 

Iksan Awaludin mengatakan, setelah diperhatikan tidak ada kontek debat disitu, ia menilai Itu hanya silaturahim dan pemaparan visi misi para calon bupati bogor saja.

 

Dikatakannya lagi, KPUD dan team perumus sudah gagal fokus dalam mengadakan debat calon bupati itu, karena yang seharusnya dalam rangka debat calon bupati bogor ini bisa membuat masyarakat termotivasi dalam agenda pesta demokrasi ini.

 

Tetapi sambung dia, faktanya para calon bupati banyak membicarakan persoalan tapi tidak mampu menjawab solusi seperi apa.

 

“Dalam kontek debat kemarin itu tidak ada yang nyambung dan bukan antitesa yang kongkrit untuk Kabupten Bogor ini,” ujarnya kepada Bogorupdate.com, Kamis (10/5/18) malam.

 

Untuk itu, ia minta acara debat itu dievaluasi, karena faktanya di masyarakat hampir semua membicaran bahwa kemarin tidak ada debatnya antara para calon.

 

“Didebat kemarin, semua tidak nyambung, sehingga tidak keliatan mana yang kuliatas, elektabilitas dan integritas dari 5 calon ini yang paling terbaik dan layak memimpin tegar beriman ini 5 tahun kedepan,” cetusnya

 

Maka dari itu, ia mengaku sangat kecewa, terlebih anggaran yang dikeluarkan acara itu sangat besar, dan seharusnya KPUD dan tim perumus bisa merumuskan agenda debat tersebut semaksimal mungkin.

 

“Kalau dilihat, itu bukan debat, tetapi lebih pada seremoni semata saja, sedangkan persoalan kabupaten itu sangat komplek. Dan apa yang ditontonkan ke publik itu sama saja pembodohan publik, karena debat kemarin sangat normatif,” jelasnya.

 

“Dari awal sampai akhir acara, tidak ada yang bikin gagasan yang bikin wow masyarakat, dalam debat kemarin tidak ada gebrakan sama sekali bagaimana untuk membangun Kabupten Bogor,” tandasnya. (Iks/As)

 

 

 

 

Editor : Anto

Exit mobile version