Selain penetapan dan sumpah jabatan ketua dewan definitif, pada sidang ini juga menetapkan komposisi fraksi-fraksi. Yakni Heri Aristandi ditunjuk sebagai ketua Fraksi Gerindra. Ketua Fraksi PKS Fikri Hurdi Oktiawan. Ketua Fraksi PPP Juhanta. Ketua Fraksi GolkarA. Tohawi. Ketua Fraksi PAN Arif Abdi. Ketua Fraksi PDI-P Halim Yohanes dan Ketua Fraksi Demokrat Leo Hananto.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, banyak PR yang harus segera diselesaikan DPRD. Salah satunya adalah pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).
“Pembentukan AKD kita percepat. Besok kita mulai proses. Sebelumnya kita sudah konsolidasi. Mudah-mudahan dalam wakgu dekat sudah bisa terbentuk,” ujar Rudy.
Selain itu, dirinya mengaku akan membangun sinergitas antara legislatif dengan eksekutif dan yudikatif. “Tentu kita punya tugas berat yang harus dibenahi. Kami ingin membangun sinergitas dengan baik antara eksekutif, legislatif, yudikatif. Di DPRD ada 7 fraksi, kita berharap tidak ada yang ditinggal, semua bersama-sama,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin menuturkan, untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Bogor, maka diharapkan kepada ketua DPRD yang baru. Untuk segera membentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang terdiri dari komisi satu sampai empat. Badan Anggaran, Badan Musyawarah, Badan Kehormatan Dewan, dan Alat kelengkapan lainnya.
“Ini penting, kami ingin Ketua DPRD dan seluruh Anggota DPRD bisa segera bekerja. Bentuk alat kelengkapan dewan (AKD) supaya bisa bekerja. Banyak agenda menunggu, yang harus dibahas RAPBD 2020 dan agenda lain,” ungkap Ade.
Ia juga berharap Eksekutif dan legislative terus bersinergi dan berkolaborasi dengan baik. Untuk mewujudkan kemajuan Pembangunan Kabupaten Bogor, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Marilah kita niatkan masa bakti kita selama lima tahun ini sebagai bakti kepada masyarakat Kabupaten Bogor. Dalam mewujudkan dan memenuhi harapan juga kebutuhan yang diperlukan masyarakat,” imbuh Bupati Bogor Ade Yasin.
