Kota Bogor (Bogorupdate.com) – Menjelang opening yang dijadwalkan beberapa hari kedepan, Pihak Transmart yasmin melakukan audiensi dengan jajaran Pemkot Bogor, di ruang Paseban Sri Bima Bakai Kota Bogor, Rabu (23/05/18).
Namun, dalam audiensi tersebut, ternyata PT Trans Retail Indonesia, sebuah perusahaan retail yang berlokasi di Jalan Abdullah bin Nuh memiliki segudang masalah, mulai perizinan hingga dampak lalin dan sosial masyarakat yang hingga kini masih jadi polemik.
Selain itu, persoalan lainnya pihak pengembang transmart juga telah menebang belasan pohon tanpa izin pemerintah daerah.
Plt Wali Kota Bogor Usmar Hariman yang hadir dalam audiensi membenarkan akan persoalan itu.
Menurut Usmar, berbagai permasalahan itu terungkap dalam forum audiensi yang dihadiri sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), organisasi kepemudaan (OKP), tokoh masyarakat dan juga dihadiri ‘tamu kehormatan’ dari pihak manajemen Transmart.
Usmar mengatakan, isu yang menjadi sorotan publik adalah penebangan pohon ilegal di jalur hijau sehingga menyebabkan lingkungan di ruas jalan itu rusak.
Kedua, belum adanya kajian analisis dampak lalu lintas (Amdal Lalin). Padahal, Badan pengelola Transportasi Jabodetabek belum mengeluarkan rekomendasi terkait Amdal Lalin tersebut.
“Untuk Amdal Lalin saja ada 17 rekomendasi BPTJ yang belum dilaksanakan, lalu juga ada 10 rekomendasi dari Dishub masa kontruksi. Jadi gimana mau launching, BPTJ saja belum meninjau lokasi,” kata Usmar.
Masih kata Usmar, klaim pihak Transmart yang sudah merekrut tenaga kerja lokal juga dianggap warga bohong. Karena ada aspirasi langsung dari warga sekitar, hanya ada satu orang yang diterima bekerja.
“Jadi saya tegaskan tidak boleh dilaunching sebelum semua persoalan selesai. Kalaupun bersikukuh, kami tidak akan hadir memenuhi undangan,” tegas Usmar.
Sementara Abuzar anggota DPRD yang juga tokoh masyarakat setempat mengatakan, ada tujuh unit rumah warga di RW 04, belum direlokasi. Meski ada beberapa namun kualitas bangunannya tidak sesuai harapan.
Bukan itu saja, awalnya pihak Transmart menjanjikan bantuan dana coorporate social responsibility sebesar Rp 250 juta kepada masyarakat terdampak, yang nantinya diperuntukkan perbaikan infrastruktur kampung.
“Warga sempat diminta membuat proposal pengajuan, tapi bangunan sudah mau dilaunching belum ada realisasi apapun,” kata Abuzar. (As)
Editor : Endi
