Bogor RayaHomeNewsTraveling

Setelah 12 Tahun, Bunga Bangkai Kembali Mekar di Kebun Raya Bogor

Bunga Bangkai Kembali Mekar di Kebun Raya Bogor. (Abizar/Bogorupdate)

Kota Bogor, BogorUpdate.com – Setelah penantian panjang selama 12 tahun, bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum Becc.) kembali mekar sempurna di Kebun Raya Bogor, Jumat (6/2/26). Mekarnya salah satu bunga terbesar di dunia ini menjadi momen langka yang menyedot perhatian ratusan pengunjung sejak pagi hari.

Tumbuhan endemik hutan tropis Sumatera yang termasuk dalam famili talas-talasan ini tercatat telah mekar untuk keenam kalinya sejak umbinya ditanam oleh peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) lebih dari 30 tahun lalu.

Peneliti BRIN di Kebun Raya Bogor, Wihermanto, menjelaskan bahwa bunga bangkai tersebut mekar sempurna pada Jumat pagi. Secara fisik, ukuran bunga kali ini sedikit lebih kecil dibandingkan mekarnya pada 2014 lalu.

“Hari ini mekar sempurna. Diameter kelopak sekitar 60 sentimeter dengan tinggi mencapai 150 sentimeter. Memang lebih kecil dibandingkan mekar sebelumnya pada tahun 2014,” ujar Wihermanto.

Menurutnya, siklus pertumbuhan bunga bangkai dari umbi umumnya terjadi setiap tiga hingga lima tahun. Namun, jika ditanam dari biji, bunga baru akan mekar setelah sekitar 15 tahun.

“Kali ini masa tunggunya memang lebih lama karena umbi sempat terserang hama, sehingga proses pertumbuhan bunganya terganggu,” jelasnya.

Meski tidak dilakukan penanganan khusus pasca penanaman umbi, para peneliti BRIN bersama pengelola Kebun Raya Bogor terus melakukan pemantauan rutin. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membersihkan area penanaman dari gulma agar pertumbuhan bunga tetap optimal.

“Tidak ada perlakuan spesial karena ini bagian dari konservasi. Namun, area sekitar titik penanaman tetap kami bersihkan dari tanaman liar,” tambahnya.

Wihermanto menjelaskan, proses pertumbuhan bunga bangkai melalui beberapa fase, yakni fase vegetatif (pertumbuhan daun), kemudian dorman, dilanjutkan fase generatif (pertumbuhan bunga), dan kembali dorman.

“Fase vegetatif berlangsung cukup lama, sekitar tiga sampai lima tahun. Setelah itu bunga akan tumbuh dan mekar sempurna hanya dalam satu hari, kemudian kembali dorman sekitar enam bulan sebelum tumbuh daun kembali,” tuturnya.

Sementara itu, General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Diana Arifin, menyampaikan bahwa bunga bangkai tersebut mekar sempurna pada dini hari sekitar pukul 02.15 WIB. Tinggi bunga tercatat mencapai sekitar 1,4 meter dengan diameter spadiks sekitar 56 sentimeter.

“Alhamdulillah, momen yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Amorphophallus titanum atau bunga bangkai telah mekar sempurna. Ini peristiwa yang sangat langka dan istimewa,” ujar Diana saat ditemui di Kebun Raya Bogor.

Ia mengapresiasi peran para peneliti BRIN yang secara konsisten melakukan konservasi tanaman Amorphophallus sejak tahun 1992 hingga saat ini.

“Selama lebih dari tiga dekade, konservasi Amorphophallus di Kebun Raya Bogor berjalan dengan sangat baik dan berhasil hingga sekarang,” katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak informasi mekarnya bunga bangkai diumumkan melalui media sosial dan berbagai kanal informasi. Tercatat, lebih dari 200 pengunjung datang sejak pukul 08.00 WIB untuk menyaksikan langsung fenomena tersebut.

“Tingginya minat pengunjung menjadi perhatian kami, terutama karena lokasi bunga berada di area tebing. Oleh karena itu, kami melakukan pengaturan khusus demi keamanan dan kenyamanan,” jelas Diana.

Pengelola Kebun Raya Bogor pun menyiapkan langkah-langkah preventif dengan mengatur alur kunjungan agar pengunjung tetap tertib, tidak berdesakan, serta tetap menjaga ekosistem di sekitar bunga bangkai.

“Kami atur alur kunjungan agar rapi dan aman. Pengunjung tetap bisa menikmati momen mekarnya bunga tanpa mengganggu lingkungan,” imbuhnya.

Diana menambahkan, umbi yang mekar kali ini terakhir berbunga pada tahun 2014 dengan tinggi mencapai sekitar 1,8 meter. Secara keseluruhan, bunga bangkai tersebut telah mengalami enam kali masa mekar. Sementara mekarnya bunga bangkai terakhir di Kebun Raya Bogor pada tahun 2020 berasal dari umbi yang berbeda.

Untuk masa mekar, bunga bangkai diperkirakan hanya bertahan sekitar dua hari. Proses penyerbukan telah dilakukan oleh para peneliti pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

“Biasanya setelah penyerbukan, bunga akan mulai layu dalam waktu kurang lebih dua hari. Kami mengimbau masyarakat yang ingin melihat langsung agar memanfaatkan waktu sebaik mungkin,” pungkasnya. (Abizar)

Exit mobile version