Klapanunggal, Bogorupdate.com
Setelah Proyek Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) yang dianggap kurang tepat oleh sebagian Desa di Kecamatan Klapanunggal. Kini salah satu Program Pendamping Desa Kecamatan Klapanunggal yaitu Perpustakaan Desa menuai penolakan di Desa Nambo.
Meski APBDes sudah dialihkan ke program yang lain oleh Desa Nambo, Namun, Pendamping Desa Kecamatan Klapanunggal tetap mendistribusikan Buku paket senilai Rp 65 juta tersebut ke kantor Desa.
Menurut kepala Desa Nambo, Nanang menuturkan, dirinya sudah mengalihkan program pembelian buku paket untuk kegiatan yang lebih dirasakan oleh warga, akan tetapi buku yang tidak pernah di pesan justru malah di antarkan ke Desa.
“Program pembelian buku memang ada di anggaran kades sebelum saya, akan tetapi saya coret karna menurut saya anggaran puluhan juta tersebut lebih baik di alihkan untuk kepentingan yang lebih dirasakan langsung oleh warga, karna dimasa kondisi seperti sekarang ini saya rasa warga kurang membutuhkan buku. Ya mungkin waktunya kurang tepat kalau untuk buku, yang saya heran, saya sudah menolak program buku tersebut tapi ko malah dikirim, akhirnya hanya dibiarkan saja di desa dan masih didalam karung,” keluh Nanang.
Terpisah Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Klapanunggal, Harri menuturkan program buku yang nominalnya sampai puluhan juga itu dirasa memang kurang tepat. Karena, untuk saat ini masyarakat di Kecamatan Klapanunggal minat bacanya masih belum merata lantaran sudah bergantung kepada smartphone untuk segala kebutuhan informasi maupun ilmu pengetahuan.
“Kalau untuk program buku perpustakaan desa memang untuk saat ini kurang tepat. Karena masyarakat kita sudah mengandalkan Smartphone untuk segala kebutuhan. Bukan berarti buku itu tidak penting, karena memang buku adalah sumbernya ilmu. Namun untuk saat ini sepertinya harus dilakukan dulu sosialisasi kepada masyarakat agar minat bacanya meningkat,” Pungkasnya. (Jis)
Editor : Endi







